Menurut Mahfud MD, tugas negara adalah melindungi kritik.


KOSONGSATU.ID—Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, angkat suara terkait teror yang dialami Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, usai melontarkan kritik terhadap program pemerintah.

Melalui kanal YouTube resminya pada Selasa (24/2/2026), Mahfud menyatakan dukungan terbuka kepada mahasiswa Universitas Gadjah Mada tersebut.

Ia mengaku bangga atas keberanian Tiyo menyuarakan kritik.

Menurut Mahfud, kritik yang memplesetkan program Makan Bergizi Gratis menjadi “Maling Berkedok Gizi” bukanlah tudingan tanpa dasar.

“Itu suara kemanusiaan yang lahir dari fakta empiris di lapangan,” ujarnya.

Mahfud juga mengecam keras aksi teror yang menyasar Tiyo, bahkan hingga menyeret ibu kandungnya.

Ia menyebut cara tersebut sebagai tindakan pengecut yang tidak pantas dalam negara demokrasi.

“Jangan diam saja atau sekadar bilang tidak tahu. Tugas negara itu melindungi bangsa, bukan membiarkan pelaku lempar batu sembunyi tangan,” tegas Mahfud dalam pernyataannya, Selasa (24/2/2026).

Ia menyinggung aparat penegak hukum yang dinilai lambat mengusut kasus tersebut.

Menurutnya, dengan teknologi digital yang ada saat ini, pelacakan pelaku teror bukan hal sulit bagi kepolisian yang profesional.

Kritik Bukan Pelanggaran HAM

Mahfud juga menanggapi pernyataan Menteri HAM, Natalius Pigai, yang sebelumnya menyebut penentang program pemerintah melanggar hak asasi manusia.

Ia meluruskan bahwa hak asasi manusia tidak hanya berbicara soal kebebasan sipil dan politik, tetapi juga mencakup aspek Ekonomi, Sosial, dan Budaya (Ekosob).

Menurut Mahfud, pengelolaan negara yang tidak profesional, korup, dan boros justru dapat dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat karena merampas hak ekonomi rakyat.

Ia menegaskan, kebijakan memang menjadi hak pemerintah sebagai pemenang pemilu.

Namun, pengawasan dan kritik tetap menjadi hak konstitusional rakyat.

“Pemerintah seharusnya berdialog dengan anak muda yang kritis, bukan memusuhinya,” kata Mahfud.

Soroti Kondisi Demokrasi

Di akhir pernyataannya, Mahfud menyampaikan peringatan kepada para elite kekuasaan agar tidak alergi terhadap kritik.