Sistem irigasi Subak di Bali bukan sekadar teknik. Ia manifestasi Tri Hita Karana — harmoni manusia, alam, dan Tuhan, diakui UNESCO sejak 2012.
Air dibagi lewat musyawarah, bukan lelang harga tertinggi. Prinsip itu justru menjaga produktivitas sawah tetap stabil selama berabad-abad.
Masyarakat Baduy pun punya aturan ketat soal huma. Mereka membakar lahan secara terkendali sesuai pikukuh — bukan tanpa batas, tapi dengan waktu, luas, dan tata cara yang diatur adat.
Suku Dayak Bantian di Kalimantan Timur menjalankan perladangan gilir balik: berladang dua tahun, lalu membiarkan lahan menghutan kembali sebelum digarap lagi.
Di Desa Tebat Patah, Muaro Jambi, tradisi lubuk larangan melarang penangkapan ikan setahun penuh sebelum panen bersama digelar.
“Ini adalah lubuk larangan yang sudah menjadi tradisi di desa kami secara turun-temurun,” kata Kepala Desa Tebat Patah, Taufik, kepada Kompas.id, 25 Agustus 2024.
Semua ini bukan nostalgia. Ini adalah manajemen sumber daya yang bekerja selama ratusan tahun — sebelum diganti logika ekstraksi maksimal untuk keuntungan jangka pendek.
Paradoks Negeri yang Kaya tapi Rentan
Indonesia salah satu eksportir batu bara terbesar dunia. Tapi jutaan rumah di Jawa gelap bergiliran.
Sejak 2003–2004, Indonesia justru menjadi net importir minyak, meski tetap eksportir gas alam cair. Posisi ganda ini membuat APBN rentan dari dua arah sekaligus.
Ketahanan energi kita, secara de facto, ditentukan variabel yang berada di luar kendali domestik. Selat Hormuz bukan urusan kita — tapi APBN kita ikut goyah karenanya.
“Ketergantungan pada sistem kelistrikan yang didominasi oleh batu bara dan sistem listrik yang terpusat merupakan ancaman keamanan pasokan energi,” kata Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, dalam pernyataan resmi IESR, 11 Juni 2026.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sendiri mengakui persoalan ini bukan sekadar teknis. “Cost produksinya kan sudah tinggi. Jadi kita juga harus membijaksanai agar teman-teman pengusaha jangan juga dibeli dengan harga yang sangat murah,” katanya kepada CNBC Indonesia, 19 Juni 2026.





Tinggalkan Balasan