R.M.P. Sosrokartono mewariskan ajaran Alif dan Kantong Bolong untuk memanusiakan manusia lewat laku spiritual yang nyata.
KOSONGSATU. ID – Raden Mas Panji Sosrokartono tidak hanya mewariskan jejak sejarah sebagai poliglot dan kakak kandung R.A. Kartini, tetapi juga meninggalkan warisan spiritual yang mendalam. Ia merumuskan pengalaman batinnya ke dalam ajaran-ajaran yang sederhana namun sarat makna.
Dari sekian banyak pemikirannya, dua konsep yang paling menonjol dan saling melengkapi adalah filosofi “Alif” dan “Ilmu Kantong Bolong”.
Kedua ajaran ini bukan sekadar rentetan teori filsafat untuk kita hafalkan. Sosrokartono menjadikannya sebagai panduan laku hidup yang menjembatani hubungan vertikal manusia dengan Tuhan dan hubungan horizontal dengan sesama makhluk.
Makna Hakiki Aksara Alif
Bagi Sosrokartono, huruf “Alif” memegang peranan sentral dalam sistem kepercayaannya.
Alif tidak merujuk pada agama atau dogma tertentu, melainkan menjadi simbol universal bagi Sang Pencipta. Huruf tegak ini melambangkan asal muasal segala sesuatu, yang mengingatkan kita pada konsep manunggaling kawulo gusti—sebuah kesadaran bahwa Tuhan tidak hanya berada jauh di langit, tetapi juga bersemayam di dalam relung hati manusia.
Sosrokartono menjadikan Alif sebagai representasi dari kebijaksanaan, pengetahuan, dan kebenaran sejati. Ia bahkan menggunakan medium kertas bertuliskan huruf Alif untuk menyembuhkan berbagai penyakit fisik maupun mental, yang ia padukan dengan doa dan air putih.
Meski demikian, ia memberikan peringatan keras mengenai penggunaan simbol ini. Sosrokartono berpesan: ”Memasang Alif itu seharusnya dengan laku. Tidak boleh menggantungkan itu begitu saja dan ditinggalkan seperti menjemur pakaian.”
Kutipan tersebut menegaskan bahwa kita tidak boleh menjadikan simbol ketuhanan sekadar jimat atau pajangan mati. Kita wajib menghidupkan nilai-nilai tersebut dalam setiap tindakan nyata dan laku keseharian.
Ilmu Kantong Bolong: Menjadi Saluran Rahmat Kehidupan
Jika filosofi Alif menuntun manusia untuk menyadari kehadiran Tuhan, maka “Ilmu Kantong Bolong” mengajarkan cara manusia berinteraksi dengan sesamanya. Kantong bolong (saku yang berlubang) merupakan metafora yang brilian untuk menggambarkan hakikat manusia sejati.




Tinggalkan Balasan