Puluhan delegasi melakukan aksi keluar ruangan saat pemimpin Israel berpidato di Sidang Umum PBB. Aksi protes terkoordinasi ini diwarnai cemoohan delegasi lain dan demonstrasi di luar gedung.
KOSONGSATU.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi aksi protes massal saat berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, pada Kamis. Puluhan delegasi dari berbagai negara mengosongkan kursi mereka ketika ia melangkah menuju podium.
Menyaksikan aula yang berangsur sepi dan riuh oleh cemoohan, pemimpin Israel tersebut merespons secara sinis. “Jika masih ada pengecut moral lain yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan pergi sekarang,” kata Netanyahu merespons aksi tersebut.
Aksi Boikot Terkoordinasi
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi partisipasi delegasi Tanah Air dalam aksi keluar ruangan tersebut. Indonesia bergabung dengan Malaysia, Kuwait, Iran, Pakistan, dan Kuba dalam barisan protes terbuka ini.
Mengutip laporan kantor berita AFP, langkah protes ini terkoordinasi melalui memo internal delegasi Palestina yang menyerukan aksi boikot massal. Presiden sidang bahkan sempat berteriak meminta ketertiban saat suara cemoohan menggema di aula.
Tensi Geopolitik dan Protes Jalanan
Meski ditinggalkan mayoritas hadirin, Netanyahu tetap melanjutkan pidatonya secara provokatif. Ia memanfaatkan panggung global tersebut untuk melontarkan serangan kepada Iran yang ia sebut sebagai sebuah kediktatoran kejam.
Sebelumnya, ia sempat memamerkan alat penyeranta yang dilaporkan direkayasa intelijen Israel dengan bahan peledak untuk menyasar agen Hizbullah di Lebanon. Selain itu, ia melabeli Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan sebagai sosok tiran.
Di luar markas Perserikatan Bangsa-Bangsa, ketegangan serupa turut memuncak. Puluhan demonstran yang membawa spanduk menolak genosida berunjuk rasa, berujung pada penahanan sejumlah pihak termasuk aktris Hollywood Susan Sarandon.
Kecaman terhadap Negara Sekutu
Menjelang pemilihan pada 27 Oktober mendatang, Netanyahu tampak meluapkan tekanan politik dalam negerinya. Mengutip harian Arab News, ia mengecam Wali Kota New York Zohran Mamdani sebagai sosok anti-Semit.
Ihwal hal tersebut, Mamdani sempat menyinggung eksekusi surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Lembaga ini sebelumnya menyatakan Netanyahu memiliki indikasi kuat bertanggung jawab atas kejahatan perang di Jalur Gaza.
Menjelang akhir pidatonya, Netanyahu melontarkan serangan verbal kepada Inggris dan Perancis yang membatasi ekspor produk dari wilayah pendudukan di Tepi Barat. Ia menuding kedua sekutu lamanya itu bertindak munafik ihwal rekam jejak masa lalu mereka.
“Mereka menuduh Israel, Israel yang kecil, melakukan kolonialisme-kolonialisme yang semu. Dan siapa yang menuduh kita? Di antara mereka adalah orang-orang di Inggris dan Perancis. Demi Tuhan, mereka yang menciptakan istilah itu,” kata Netanyahu.***



Tinggalkan Balasan