Keluarga Nurul Ahmad menerima rumah gratis dari OPSHID Pasuruan. Biaya sekitar Rp120 juta dihimpun melalui swadaya warga Shiddiqiyyah.

KOSONGSATU.ID — OPSHID-FKYME Pasuruan menyerahkan rumah senilai sekitar Rp120 juta kepada keluarga Nurul Ahmad di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Rumah di Dusun Payaman, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, itu diberikan tanpa kewajiban pembayaran maupun persyaratan menjadi anggota organisasi.

“Rumah ini kami serahkan secara ikhlas, tulus, dan tanpa syarat, 100 persen gratis,” kata Ketua DPD OPSHID-FKYME Pasuruan, Nafan, dalam acara penyerahan.

Rumah berukuran 7 × 5 meter tersebut dilengkapi kamar tidur, dapur, serta fasilitas mandi, cuci, dan kakus. Menurut Nafan, rumah kini siap ditempati keluarga penerima.

Pembangunan rumah dimulai pada 21 September dan rampung pada 31 Oktober 2026.

Penyerahannya disaksikan unsur pemerintah setempat, tokoh pemuda Dusun Payaman, perwakilan Polsek Gempol, serta masyarakat sekitar.

Swadaya Berupa Uang, Material, dan Tenaga

Nafan mengatakan seluruh biaya pembangunan berasal dari anggota Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah dan warga Shiddiqiyyah.

Partisipasi itu melibatkan warga yang tergabung dalam sejumlah organisasi, antara lain ORSHID, JKPHS, Dhibra, dan YPS.

Kontribusi diberikan dalam bentuk uang, material bangunan, konsumsi, serta tenaga kerja selama pembangunan berlangsung.

Nafan menegaskan pembangunan rumah tersebut tidak menggunakan bantuan dana pemerintah, partai politik, perusahaan swasta, ataupun pihak luar negeri.

“Tidak sama sekali!” kata dia saat menjawab dugaan mengenai sumber pembiayaan tersebut.

Menurut Nafan, pemberian rumah juga tidak disertai kewajiban bagi penerima untuk bergabung dengan OPSHID ataupun menjadi murid Shiddiqiyyah.

“Kami hadir untuk menyampaikan hak saudara-saudara kita yang membutuhkan, bukan untuk membeli keyakinan,” ujarnya.

Ia mengatakan bantuan diberikan tanpa membedakan latar belakang maupun keyakinan penerima manfaat.

Nafan menyebut kegiatan tersebut menjalankan ajaran Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Syekh Moch. Mukhtarullohil al-Mujtaba Mu’thi, serta arahan pimpinan OPSHID-FKYME.

Nurul Ahmad dan istrinya secara simbolis menerima Rumah Syukur dari OPSHID Pasuruan, Sabtu (31/10). (Dok. OPSHIDMEDIA Pasuruan)

Bagian dari Pembangunan 59 Rumah

Rumah Nurul Ahmad merupakan bagian dari program Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda.

Menurut data yang disampaikan Nafan, program tersebut mencakup pembangunan 59 rumah di 12 provinsi dan 50 kabupaten atau kota pada 2026.

Kegiatan itu sekaligus menjadi ungkapan syukur atas 98 tahun Sumpah Pemuda dan lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Nafan mengatakan nilai persatuan perlu diwujudkan melalui kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, termasuk membantu keluarga memperoleh hunian layak.

Ia menyampaikan apresiasi kepada penyumbang dana, penyedia material, tenaga kerja, serta warga yang mendukung pembangunan.

Nafan juga meminta maaf apabila aktivitas pembangunan selama lebih dari sebulan mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.

Ia berharap rumah tersebut memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman sekaligus membantu keluarga Nurul Ahmad memperbaiki kesejahteraannya. ***