DPD OPSHID FKYME Pasuruan tuntaskan pembangunan Rumah Syukur gratis dalam semangat Sumpah Pemuda.

KOSONGSATU.ID — DPD OPSHID FKYME Pasuruan menuntaskan satu unit Rumah Syukur di Dusun Payaman, Kabupaten Pasuruan. Rumah itu diserahkan dalam rangkaian Tasyakuran Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Program ini bagian dari penyerahan puluhan rumah secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.

Bagi Shiddiqiyyah, membangun rumah untuk saudara sebangsa yang membutuhkan adalah bentuk ibadah sosial yang nyata. Atas berkat rochmat Alloh, rumah Nurul Ahmad kini berdiri kokoh.

Momentum Sejarah Serah Terima Rumah Syukur

Nafan, Ketua DPD OPSHID FKYME Pasuruan, menyatakan kesiapan penuh menggelar agenda syukur. Serah terima dilaksanakan pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026, tepat pukul 19.28 WIB.

“Serah terima akan dilaksanakan pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026, tepat pukul 19.28 WIB,” kata Nafan, Jumat (30/10).

Pemilihan waktu itu selaras dengan semangat tahun kelahiran Sumpah Pemuda. Lokasi acara di Desa Ngerong menjadi saksi kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan instansi pemerintah.

Nafan mengonfirmasi seluruh proses pembangunan telah rampung 100 persen. Hal ini sesuai instruksi pusat bahwa rumah yang diserahterimakan harus dalam kondisi siap huni agar manfaatnya bisa langsung dirasakan penerima tanpa beban tambahan.

“Seluruh proses pembangunan telah rampung 100 persen,” tegasnya.

Nurul Ahmad, penerima manfaat, tidak pernah menyangka mendapat anugerah ini. Sebagai kuli batu yang penghasilannya tidak menentu, membangun rumah permanen yang kokoh adalah hal mustahil baginya.

Melalui program Rumah Syukur, keajaiban itu datang. Alhamdulillah, tangis haru dan syukur menyelimuti keluarga kecil tersebut menyambut hari bersejarah.

Acara berlangsung khidmat dengan kehadiran tokoh penting. DPP OPSHID FKYME dijadwalkan hadir untuk memimpin seremoni secara langsung. Undangan telah disebarkan kepada Camat, Lurah, serta jajaran Polsek dan Koramil setempat.

Wujud Nyata Gotong Royong Pemuda Shiddiqiyyah

Kisah di balik pembangunan rumah ini adalah kerja keras dan dedikasi. OPSHID terjun langsung memastikan setiap sudut bangunan layak bagi penghuninya. Alhamdulillah, berkat kekompakan anggota, rumah milik Nurul Ahmad kini siap ditempati.

Hal ini membuktikan semangat Sumpah Pemuda bukan hanya dihafalkan, melainkan dipraktikkan dalam bentuk pengabdian nyata kepada rakyat kecil.

Program Rumah Syukur ini bagian dari gerakan nasional pembangunan 59 unit rumah gratis di seluruh Indonesia. Pembangunan ini menjadi bukti konsistensi Shiddiqiyyah dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Dari tahun ke tahun, kualitas dan manfaat Rumah Syukur terus meningkat. Organisasi ini tidak hanya pandai berwacana, tetapi juga ahli dalam bekerja nyata di lapangan.***