Fasih berbahasa Arab hingga Sunda, C.O. van der Plas menjalankan strategi penjajahan paling senyap: menyusup ke lembaga keagamaan, membeli loyalitas elite, dan memecah solidaritas bangsa dari dalam.
KOSONGSATU.ID — Pada dekade 1930-an hingga awal 1940-an, Charles Olke van der Plas beroperasi di Hindia Belanda bukan sebagai komandan militer, melainkan sebagai perancang infiltrasi kultural.
Sebagai pejabat senior yang memengaruhi kebijakan Islam era penjajahan — ia pernah menjabat Gubernur Jawa Timur (1936–1941) — Van der Plas dikenal fasih berbahasa Arab, Jawa, Sunda, dan Madura, serta sangat menguasai teks-teks keislaman.
Penguasaan itu ia gunakan bukan untuk berdiplomasi secara jujur, melainkan untuk menyusup ke jaringan ulama dan merekrut loyalis dari dalam tubuh umat. Ia mewarisi pendekatan Snouck Hurgronje — orientalis yang pernah menyamar sebagai muslim dengan nama Abdul Ghaffar untuk memasuki Makkah dan memetakan kelemahan Islam Nusantara.
Jika Snouck menyediakan peta intelektual, Van der Plas turun tangan mengeksekusi strategi perpecahan itu dari dalam.
Diplomasi Halus yang Kandas di Tebuireng
Pemerintah Hindia Belanda menilai Pesantren Tebuireng sebagai pusat gravitasi perlawanan yang harus ditaklukkan. Jika KH Hasyim Asy’ari bisa dirangkul, kekuatan moral perlawanan umat dinilai akan goyah dengan sendirinya.
Van der Plas kemudian melancarkan “diplomasi halus”: mendatangi Tebuireng dengan tata krama yang disesuaikan, menawarkan subsidi operasional, dan — menurut catatan sejumlah sumber biografi — menyodorkan penghargaan Bintang Oranje Nassau dari Ratu Wilhelmina.
Pada tahun 1937, KH Hasyim Asy’ari menolak bintang jasa dari Belanda dengan tegas. Dia menyadari bahwa menerima pemberian penjajah sama artinya dengan mengakui legitimasi penjajahan. Pesantren Tebuireng memilih hidup dari hasil pertanian sendiri.
Penolakan itu tidak berhenti di sana. Ketika Van der Plas mendorong jamaah haji menggunakan kapal Belanda — sebuah skema yang mengandung unsur pengawasan politik — Kiai Hasyim mengeluarkan fatwa mengharamkan naik haji dengan kapal Belanda.




Tinggalkan Balasan