Setelah hampir empat bulan disimpan di tengah perang dan transisi politik, jenazah Ayatollah Ali Khamenei akhirnya akan diantar melintasi sejumlah kota suci. Iran menyiapkan mobilisasi massa besar yang akan menguji kapasitas keamanan dan simbol persatuan negara itu.

KOSONGSATU.ID — Pemerintah Iran mematangkan persiapan pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang akan dimulai di Teheran pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Prosesi penghormatan terakhir itu dijadwalkan berlangsung selama enam hari, melintasi Teheran, Qom, sejumlah kota suci di Irak, hingga berakhir di Mashhad, kota kelahiran Khamenei, pada Kamis, 9 Juli 2026.

Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan pada hari pertama perang itu juga menghantam kompleks kediamannya di Teheran dan menewaskan sejumlah tokoh penting Iran.

Iran menunda pemakaman yang semula direncanakan berlangsung pada Maret. Penundaan tersebut terjadi ketika perang masih berlangsung, disusul gencatan senjata yang rapuh dan proses negosiasi antara Teheran dengan Washington.

Ketua panitia pemakaman, Brigadir Jenderal Hassan Hassanzadeh, mengatakan persiapan kini memasuki tahap akhir. Ia menyebut rangkaian acara itu akan menjadi peristiwa bersejarah bagi Iran.

“Upacara perpisahan bagi pemimpin yang gugur akan dimulai pukul 06.00 pagi di Musalla Besar Teheran,” kata Hassanzadeh dalam siaran televisi pemerintah Iran, Senin, 29 Juni 2026.

Dari Musalla Teheran ke Mashhad

Rangkaian awal akan digelar di Musalla Besar Teheran pada 4 Juli. Acara penghormatan dan doa dijadwalkan berlanjut hingga 5 Juli malam.

Prosesi utama kemudian berlangsung pada Senin, 6 Juli, ketika ribuan hingga jutaan warga diperkirakan memenuhi jalur pemakaman di ibu kota. Pemerintah Teheran bahkan menetapkan libur tiga hari, 4–6 Juli, untuk pelaksanaan agenda tersebut.

Pemerintah kota Teheran memperkirakan sekitar 20 juta orang dapat terlibat dalam rangkaian penghormatan itu. Angka tersebut masih berupa proyeksi, tetapi menunjukkan skala mobilisasi yang ingin ditampilkan pemerintah Iran di tengah masa transisi pascakematian pemimpin yang berkuasa sejak 1989 itu.