Beredar foto yang diklaim sebagai momen penangkapan Pangeran Diponegoro pada 1830. Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro menegaskan gambar tersebut hoaks dan tidak sesuai fakta sejarah.
KOSONGSATU.ID – Pengurus Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi) merilis pernyataan resmi untuk meluruskan disinformasi foto penangkapan sang pangeran. Gambar yang viral di media sosial tersebut dipastikan bukan dokumentasi asli dari masa kolonial.
”Berdasarkan kajian sejarah dan logika, foto tersebut dipastikan bukanlah dokumentasi asli,” sebut pernyataan resmi Patra Padi, Selasa, 28 Juli 2026.
Pihak paguyuban memastikan visual tersebut sekadar narasi sejarah palsu. Ihwal disinformasi ini, terdapat sejumlah fakta yang membantah keaslian foto tersebut.
Ketidaksesuaian Garis Waktu Teknologi Fotografi
Penangkapan Bendoro Pangeran Haryo (BPH) Diponegoro oleh Belanda berlangsung pada 28 Maret 1830 di Karesidenan Kedu, Magelang. Saat momen penting itu terjadi, teknologi kamera belum ada di muka bumi.
Kamera fotografi baru resmi diciptakan secara global pada 1839. Selain itu, alat dokumentasi tersebut baru masuk ke wilayah Hindia Belanda sekitar tahun 1840 hingga 1841.
Selisih waktu satu dekade ini membuat peristiwa penangkapan mustahil terekam lensa kamera. Oleh karena itu, Pangeran Diponegoro dipastikan tidak pernah sekalipun difoto semasa hidupnya.
Kejanggalan Tokoh yang Hadir dalam Foto
Selain masalah waktu, Patra Padi menyoroti detail visual dari gambar yang beredar. Absennya figur Letnan Jenderal Hendrik Merkus de Kock dari foto menjadi keanehan yang mencolok.
De Kock merupakan Komandan Tertinggi Tentara Kerajaan Belanda untuk Hindia Belanda saat itu. Ia merupakan tokoh sentral yang menginisiasi langsung penangkapan bersejarah tersebut.
Kontradiksi Ekspresi dan Karakter Sang Pangeran
Foto viral itu menampilkan sosok BPH Diponegoro dengan ekspresi putus asa. Sang pangeran digambarkan duduk berposisi sopan dan seolah lebih rendah di hadapan para perwira Belanda.
Visualisasi ini sangat bertentangan dengan cerita tutur sejarah dari trah keluarga. Pada peristiwa aslinya, sempat terjadi keributan karena pangeran sangat terkejut dan marah atas pengkhianatan perundingan.




Tinggalkan Balasan