Forum Guru Sertifikasi Nasional Indonesia (FGSNI) bersama sejumlah Organisasi Profesi (Orprof) kedeputian guru menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kepastian nasib dan kesejahteraan tenaga pendidik di tanah air.
KOSONGSATU.ID — Setelah sebelumnya sukses menggelar demonstrasi bertajuk Aksi SIAGA dan beraudiensi dengan Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Dr. Bob Hasan, kini fokus perjuangan FGSNI beralih untuk menagih komitmen dari pihak eksekutif, khususnya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
Langkah taktis ini diambil menyusul absennya perwakilan Kemenpan RB saat masa aksi guru menyambangi kantor kementerian pada 20 Mei 2026 lalu. Meski saat itu tidak ada pertemuan langsung di lapangan, pihak kementerian sempat menjanjikan akan mengundang perwakilan organisasi profesi dalam waktu dekat guna membahas poin-poin tuntutan yang dibawa para guru.
Ketua Umum DPP FGSNI, Agus Mukhtar, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan janji tersebut menguap begitu saja. FGSNI memberikan batas waktu yang jelas bagi kementerian untuk merealisasikan agenda pertemuan tersebut sebelum mengambil langkah organisasi yang lebih formal.
“Kalau dalam waktu dekat Kemenpan RB tidak menindaklanjuti aksi siaga, maka FGSNI akan segera bersurat secara resmi. Kami akan tagih itu,” ujar Agus Mukhtar menegaskan sikap organisasi, Kamis (4/6/2026).
Langkah diplomasi berbalut tekanan birokrasi ini dinilai krusial agar tuntutan para guru, terutama terkait kejelasan status pengangkatan dan sertifikasi, tidak mandek di tataran janji lisan pejabat publik.
Melawan Teror ‘Angin Surga’ di Media Sosial
Di saat yang sama, perjuangan para guru di dunia nyata diganggu oleh riuhnya disinformasi di ruang digital. FGSNI mendeteksi adanya sebaran masif berupa pamflet dan flyer di media sosial yang mengeksploitasi sensitivitas isu kesejahteraan guru. Akun-akun tak dikenal mengembuskan narasi draf RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) atau RUU Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang menjanjikan regulasi serba instan.



Tinggalkan Balasan