Hal ini selaras dengan kesaksian ulama sekaligus sejarawan Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) dalam karyanya Ayahku, yang meletakkan posisi Syaikh Abbas sebagai ulama berilmu padi; “pendiam, namun keras hati… dan setiap butir perkataannya, jika disimak baik-baik, tidak satupun yang hampa,” yang menegaskan betapa berwibawanya nasihat beliau bagi para pendiri bangsa.***


Daftar Rujukan:

  1. Adams, Cindy. (1965). Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Jakarta: Gunung Agung.
  2. Hamka, Prof. Dr. (1982). Ayahku: Riwayat Hidup Dr. Abdul Karim Amrullah dan Perjuangan Kaum Agama di Sumatera. Jakarta: Uminda.
  3. Ridwan, Deden. (2020). “Percikan Agama Cinta”: Kala Soekarno Perlu Sowan Kepada Pendiri Sumatera Thawalib. Jernih.co.
  4. Arsip Sejarah Pesantren Darul Funun El Abbasiyah, Padang Japang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.