AS dan Iran resmi meneken 14 poin kesepakatan damai secara digital. Langkah ini resmi mengakhiri konflik di Timur Tengah.


KOSONGSATU. ID –  Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Republik Islam Iran akhirnya mengakhiri ketegangan panjang di antara kedua negara. Mereka secara resmi merilis teks nota kesepahaman (MoU) bersejarah yang bertajuk ‘Islamabad Memorandum of Understanding between the United States of America and the Islamic Republic of Iran’.

Desakan kuat dari komunitas internasional telah mendorong AS untuk membuka dokumen tersebut demi asas transparansi. Secara prinsip, perjanjian ini berfokus pada pembukaan kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz, gencatan senjata menyeluruh, serta pengetatan pengawasan program nuklir Iran.

Seorang pejabat senior AS mengonfirmasi bahwa kesepakatan ini menjadi landasan penting dalam memulihkan stabilitas global. “Kesepakatan ini pada dasarnya memungkinkan kita untuk segera membuka kembali Selat Hormuz. Sebagai timbal balik, jika Iran terus menunjukkan iktikad baik dengan menghancurkan bahan baku senjata nuklirnya, kami akan meresponsnya melalui bantuan ekonomi dan pencabutan sanksi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, berikut adalah rincian 14 poin krusial yang telah disepakati oleh AS dan Iran:

14 poin krusial yang telah disepakati oleh AS dan Iran. – ILUSTRASI AI GENERATE

Tanda Tangan Digital: Keputusan Cepat Bersanksi Tegas

Untuk mempercepat berlakunya MoU tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump telah resmi menandatangani dokumen ini secara digital pada Kamis (18/6/2026).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, melalui siaran televisi pemerintah IRIB TV mengungkapkan bahwa kedua pemimpin awalnya menjadwalkan pertemuan tatap muka di Swiss pada Jumat (19/6/2026). Namun, pihak Teheran mengajukan perubahan skenario dalam 24 jam terakhir agar dokumen ini ditandatangani secara daring.

“Kami memeriksa kembali secara mendalam dan menyimpulkan bahwa pilihan terbaik adalah presiden kedua negara menandatangani dokumen tersebut secara digital,” jelas Baghaei.