Pemerintah mengelola data dan triliunan rupiah. Kampung hanya mengandalkan segenggam beras. Mengapa yang kedua kadang lebih cepat mengetahui siapa yang sedang kesusahan?
KOSONGSATU.ID—Malam turun, tetapi beberapa teras rumah belum sepenuhnya gelap. Di dekat pintu, tersimpan gelas plastik berisi beras atau kaleng kecil berisi uang receh. Petugas ronda mengambilnya, lalu berjalan menuju rumah berikutnya.
Jumlahnya nyaris tak berarti bila dilihat satu per satu. Namun, setelah dikumpulkan dari puluhan rumah setiap malam, butiran itu dapat berubah menjadi bantuan bagi tetangga yang sakit, berduka, atau sedang kehilangan penghasilan.
Inilah jimpitan. Kamus Bahasa Jawa Tegal–Indonesia mendefinisikannya sebagai pengumpulan beras atau uang dalam jumlah kecil secara berkala untuk kepentingan warga.
Beras Kecil, Fungsi Sosial Besar
Jimpitan tidak dibangun dengan proposal tebal, lembaga baru, atau aplikasi mahal. Sistemnya bergerak melalui kesepakatan warga: siapa yang menyetor, siapa yang mengumpulkan, di mana hasilnya disimpan, dan untuk apa dana digunakan.
Kajian FISIPOL UGM mengenai filantropi berbasis modal sosial menyebut jimpitan sebagai praktik menyisihkan sedikit uang, beras, atau barang untuk disalurkan kepada warga kurang mampu.
Kekuatannya bukan terletak pada besarnya sumbangan. Jimpitan bekerja karena pemberi, pengelola, dan penerima hidup dalam ruang sosial yang berdekatan. Mereka tidak sekadar membaca nama dalam basis data. Mereka melihat langsung perubahan hidup tetangganya.
Kampung Memiliki Data yang Bernapas
Ketika seorang buruh kehilangan pekerjaan, kabar itu lekas menyebar. Ketika seorang lansia jatuh sakit, warga mengetahui siapa yang merawatnya. Informasi sosial diperbarui lewat perjumpaan sehari-hari, bukan hanya melalui pemutakhiran formulir.
Di tingkat negara, persoalannya jauh lebih rumit. Indonesia luas, penduduknya bergerak, dan kondisi ekonomi rumah tangga dapat berubah cepat. Bank Dunia menilai peningkatan cakupan dan kualitas registrasi sosial tetap penting agar bantuan lebih efektif.




Tinggalkan Balasan