Dampak Sosial: Toleransi Menurun, Keluarga Retak

Sosiolog Universitas Nasional, Sigit Rochadi, menyebut jika remaja kini cenderung menarik diri meski berada di tengah keramaian. “Mereka lebih suka menyendiri. Bahkan saat diajak bicara, kehadiran orang lain dianggap mengganggu,” katanya.

Sigit menegaskan, kecanduan gawai membuat remaja kehilangan toleransi terhadap lingkungan sosialnya. “Karena rendahnya toleransi, mereka jadi sulit bekerja sama—baik di rumah maupun di sekolah,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyoroti dampak serius di rumah tangga. Hubungan anak dan orang tua kian renggang, bahkan muncul kekerasan verbal. “Mayoritas gangguan mental itu terjadi di keluarga. Anak sekarang tak segan melawan orang tua,” ujarnya.

Sigit juga menambahkan, di kota-kota besar, penyebab perceraian tertinggi kini bukan lagi faktor ekonomi, melainkan media sosial dan penggunaan handphone yang berlebihan. “Kalau di kota besar, perceraian tertinggi sekarang bukan karena ekonomi, tapi karena HP,” pungkasnya.***