WHO mencatat delapan kasus terkait MV Hondius, termasuk tiga kematian. Lima kasus telah terkonfirmasi hantavirus, sementara pola penularan masih diselidiki.


KOSONGSATU.ID – Kapal pesiar MV Hondius menjadi pusat penyelidikan kesehatan internasional setelah Organisasi Kesehatan Dunia mencatat klaster penyakit pernapasan akut berat yang terkait perjalanan kapal tersebut dari Argentina menuju Cabo Verde.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, Inggris melaporkan klaster itu kepada WHO melalui mekanisme Peraturan Kesehatan Internasional pada Sabtu, 2 Mei 2026. Kapal berbendera Belanda itu sebelumnya berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026.

Hingga 7 Mei 2026, WHO mencatat delapan kasus, termasuk tiga kematian. Lima kasus telah terkonfirmasi sebagai hantavirus, sedangkan tiga lainnya masih berstatus suspek. Kapal itu membawa 147 orang, terdiri atas 88 penumpang dan 59 awak.

Andes Virus Jadi Sorotan

WHO menyebut jenis hantavirus dalam klaster ini adalah Andes virus. Berbeda dari sebagian hantavirus lain, virus ini pernah dilaporkan dapat menular antarmanusia secara terbatas, terutama melalui kontak dekat dan berkepanjangan.

Tedros menjelaskan, pada wabah Andes virus sebelumnya, penularan antarmanusia terkait kontak erat, termasuk anggota rumah tangga, pasangan intim, dan tenaga kesehatan yang merawat pasien. Namun, WHO tetap menilai risiko kesehatan masyarakat global dari peristiwa ini rendah.

Gejala pada kasus yang teridentifikasi muncul antara 6 hingga 28 April 2026. WHO mencatat gejala berupa demam, gangguan pencernaan, lalu berkembang cepat menjadi pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, dan syok.

Evakuasi dan Pelacakan Kontak

Penyelidikan kini mencakup isolasi kasus, perawatan pasien, evakuasi medis, pemeriksaan laboratorium, serta pelacakan kontak lintas negara. WHO juga mengirim 2.500 alat diagnostik dari Argentina ke laboratorium di lima negara.

AP melaporkan otoritas Spanyol bersiap menerima lebih dari 140 penumpang dan awak ketika MV Hondius menuju Kepulauan Canary. Penumpang direncanakan dievakuasi melalui area terisolasi dan dijaga ketat untuk proses pemulangan.