Tedros menjelaskan, pada wabah Andes virus sebelumnya, penularan antarmanusia terkait kontak erat, termasuk anggota rumah tangga, pasangan intim, dan tenaga kesehatan yang merawat pasien. Namun, WHO tetap menilai risiko kesehatan masyarakat global dari peristiwa ini rendah.

Gejala pada kasus yang teridentifikasi muncul antara 6 hingga 28 April 2026. WHO mencatat gejala berupa demam, gangguan pencernaan, lalu berkembang cepat menjadi pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, dan syok.

Evakuasi dan Pelacakan Kontak

Penyelidikan kini mencakup isolasi kasus, perawatan pasien, evakuasi medis, pemeriksaan laboratorium, serta pelacakan kontak lintas negara. WHO juga mengirim 2.500 alat diagnostik dari Argentina ke laboratorium di lima negara.

AP melaporkan otoritas Spanyol bersiap menerima lebih dari 140 penumpang dan awak ketika MV Hondius menuju Kepulauan Canary. Penumpang direncanakan dievakuasi melalui area terisolasi dan dijaga ketat untuk proses pemulangan.

Meski risikonya dinilai rendah, kasus ini kembali mengingatkan kerentanan perjalanan kapal pesiar terhadap penyakit menular. Ruang tertutup, kontak panjang, dan mobilitas lintas negara membuat pelacakan kontak menjadi kunci utama pengendalian wabah.***