​Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa akar persoalan murni berasal dari gangguan teknis, bukan karena menipisnya cadangan energi primer. Ia menjamin stok batu bara untuk kebutuhan dalam negeri masih sangat aman.

​“Tidak ada batu bara menipis,” ucap Dwi secara lugas.

​Pemerintah juga memastikan proses Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) berjalan lancar. “Apalagi Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia) juga jelas menyampaikan terkait RKAB ini kan ada relaksasi bertahap,” tambahnya, merujuk pada strategi pemerintah merespons dinamika harga komoditas global.

​PLN Kebut Pemulihan Sistem Pembangkit

​Menyikapi krisis ini, PT PLN (Persero) langsung mengambil langkah cepat di lapangan untuk memulihkan keandalan sistem kelistrikan. Manajemen membenarkan adanya kendala operasional yang memaksa dua unit pembangkit besar berhenti beroperasi sementara waktu.

​Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto, menyatakan pihaknya kini sedang mengatur ulang arus lalu lintas pasokan listrik dari pembangkit lain. Manajemen beban atau pemadaman bergilir terpaksa PLN lakukan secara terukur dan terbatas agar sistem Jawa-Bali tetap seimbang.

​“PLN terus bekerja sama melakukan percepatan pemulihan. PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap,” kata Gregorius.

Kolaborasi berbagai pihak, perbaikan oleh PLN, dan jaminan pasokan ESDM akan memastikan sistem kelistrikan Jawa-Bali segera normal kembali.***