Pemangkasan kuota BBM bersubsidi memperburuk kecemasan dan kepanikan warga.
KOSONGSATU.ID–Kebijakan efisiensi energi yang diterapkan pemerintah pada awal tahun 2026 kini menuai ujian berat. Keputusan memangkas kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi secara tak langsung telah menanamkan benih keresahan di tengah masyarakat.
Begitu rumor geopolitik global bertiup, keresahan itu langsung meledak menjadi fenomena panic buying massal di berbagai daerah.
Sejak 5 Maret 2026, antrean panjang kendaraan roda dua dan empat mendominasi pemandangan di banyak SPBU wilayah Sumatera, mulai dari Aceh hingga Bengkulu. Masyarakat memborong Pertalite dan Solar karena termakan hoaks bahwa perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran akan mengeringkan pasokan minyak nasional dalam waktu 21 hari.
Padahal, akar dari kepanikan ini juga tidak lepas dari sentimen domestik. Pada 27 Januari 2026, BPH Migas resmi menurunkan kuota Pertalite menjadi 29.267.947 kilo liter, turun 6,28 persen dari tahun 2025.
Kuota Solar pun ditekan menjadi 18.630.000 kilo liter. Kebijakan ini menimbulkan kecurigaan diam-diam bahwa pemerintah sedang membatasi akses energi bagi masyarakat menengah ke bawah.




Tinggalkan Balasan