Di Ankara, negara-negara Islam tidak sedang membicarakan simbol. Mereka sedang membicarakan produksi, investasi, jalur logistik, dan siapa yang akan menguasai pasar halal dunia.
KOSONGSATU.ID — Di sebuah ruang pertemuan di Ankara, Turki, pada akhir Juni 2026, perhatian negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam atau OKI mengarah pada persoalan yang jauh lebih konkret daripada jargon persaudaraan ekonomi.
Mereka membahas modal, produksi, perdagangan, investasi, ketahanan pangan, hingga peran sektor swasta dalam menghadapi ekonomi global yang makin tidak pasti.
Forum Kamar Dagang dan Pembangunan Islam atau Islamic Chamber of Commerce and Development itu mempertemukan kamar dagang dari sejumlah negara anggota OKI. Wakil Presiden Turki Cevdet Yılmaz hadir bersama perwakilan kamar dagang dan federasi bisnis negara-negara Islam.
Pesan yang muncul cukup lugas: negara-negara Islam tidak cukup hanya memiliki pasar besar, populasi Muslim besar, atau cadangan modal besar. Mereka perlu menyatukan kekuatan produksi, perdagangan, investasi, dan logistik agar tidak terus berada di pinggir rantai nilai global.
“Negara-negara Islam perlu memperdalam kemitraan produksi, kerja sama investasi, logistik, konektivitas, dan integrasi,” kata Cevdet Yılmaz dalam forum tersebut. Ia menilai langkah itu diperlukan agar negara-negara Islam dapat memperbesar bagian mereka dalam perdagangan dunia.
Bagi Indonesia, pesan dari Ankara itu datang pada saat yang tepat. Indonesia memiliki jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, pasar domestik yang luas, serta posisi yang terus membaik dalam ekonomi syariah global.
Namun, pertanyaan utamanya bukan lagi apakah Indonesia punya potensi. Pertanyaannya adalah apakah potensi itu cukup cepat diubah menjadi kapasitas produksi.
Pasar besar belum tentu menjadi pemain besar
Guru Besar sekaligus Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Muhammad Maksum, menilai Indonesia memiliki peluang kuat untuk mengambil peran lebih besar dalam industri dan keuangan syariah global.




Tinggalkan Balasan