Pelatihan semi-militer calon manajer Kopdes Merah Putih dijual sebagai pembentuk disiplin. Tetapi ketika koperasi harus menjual, mencatat, dan mencari laba, apakah baris-berbaris cukup menjawab pasar?
KOSONGSATU.ID – Di desa, koperasi tidak tumbang karena manajernya kurang kuat berdiri di lapangan.
Koperasi tumbang karena stok tak berputar, kas bocor, utang macet, laporan keuangan tak terbaca, dan barang yang dijual tidak pernah benar-benar dibutuhkan warga.
Namun, ketika pemerintah menyiapkan puluhan ribu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, salah satu pintu masuk yang dipilih justru pelatihan bergaya militer: disiplin, bela negara, ketangguhan mental, dan pembentukan karakter.
Di situlah kontroversinya bermula.
Bukan karena disiplin tidak penting. Justru koperasi tanpa disiplin hampir pasti berubah menjadi toko desa yang ramai saat pembukaan, lalu sepi ketika tagihan datang.
Masalahnya, disiplin bukan satu-satunya mata uang di dunia usaha. Pasar tidak tunduk hanya karena manajernya sigap saat apel pagi.
Pasar tunduk pada harga, kualitas, jaringan pasok, pencatatan kas, kepercayaan anggota, dan kemampuan membaca kebutuhan warga.
Ketika Koperasi Diperlakukan Seperti Proyek Komando
Pemerintah membuka 30.000 formasi manajer Kopdes dalam rekrutmen 2026. Peminatnya besar: lebih dari 639 ribu orang mendaftar, dengan sekitar 483 ribu pelamar lolos tahap administrasi. Angka itu menunjukkan bahwa koperasi desa bukan lagi sekadar proyek administratif, melainkan juga sumber harapan kerja baru di tengah sempitnya lapangan kerja formal.
Tetapi besarnya angka pelamar juga membawa konsekuensi lain: negara sedang membentuk lapisan baru pengelola ekonomi desa dalam skala massal.
Karena itu, pertanyaannya menjadi lebih serius. Model sumber daya manusia seperti apa yang sedang diproduksi?
Apakah mereka sedang disiapkan sebagai pengelola usaha yang mampu menghitung margin, membaca arus kas, dan bernegosiasi dengan pemasok? Ataukah lebih banyak dipersiapkan sebagai pelaksana program yang patuh pada instruksi dari atas?


Tinggalkan Balasan