Bukan satu panggung duka, melainkan perjalanan lintas kota dan batas negara: dari aula besar Teheran, menuju Qom, Najaf, Karbala, lalu berakhir di makam Imam Reza.
KOSONGSATU.ID — Peti berlapis kain hitam itu tiba di Grand Mosalla Imam Khomeini, Teheran, pada Jumat, 3 Juli 2026. Di dalam kompleks salat besar yang biasa dipakai untuk pertemuan keagamaan dan acara kenegaraan itu, pelayat mulai berdatangan untuk memberi penghormatan kepada Ali Khamenei.
Khamenei tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Pemakamannya tidak segera dilakukan karena perang yang berlangsung membuat pertemuan massa dalam skala besar dinilai terlalu berisiko.
Kini, setelah kesepakatan gencatan senjata sementara membuka ruang bagi kegiatan publik, Iran memulai rangkaian pemakaman selama tujuh hari. Jenazah pemimpin tertinggi yang memimpin Iran sejak 1989 itu tidak langsung menuju liang lahat.
Ia akan dibawa melintasi empat kota suci, dua negara, serta jalur ziarah yang selama berabad-abad menjadi nadi spiritual komunitas Muslim Syiah. Dari Teheran, perjalanan itu berakhir di Mashhad, kota kelahirannya.
Teheran Memulai Perpisahan
Grand Mosalla menjadi titik awal. Pada 4 dan 5 Juli, peti Khamenei dan sejumlah anggota keluarganya yang turut tewas akan disemayamkan di sana agar publik dapat datang memberi penghormatan terakhir.
Mosalla bukan sekadar bangunan ibadah. Kompleks ini merupakan salah satu ruang publik terbesar di Teheran, dirancang untuk menampung kerumunan besar dalam salat Id, peringatan keagamaan, dan peristiwa kenegaraan.
Pada Jumat, peti-peti itu diletakkan di atas panggung putih berundak di bawah lengkungan besar berornamen. Bendera Iran dan kain duka hitam membingkai ruang yang selama beberapa hari akan menjadi pusat berkabung nasional.
Pemerintah menyiapkan bus, kereta, tempat singgah, sekolah, masjid, serta gedung olahraga untuk menampung pelayat dari berbagai wilayah. Sejumlah hotel juga menawarkan potongan harga bagi warga yang datang ke Teheran untuk mengikuti prosesi.
Jalan-jalan utama ibu kota diperketat. Kendaraan polisi dan militer terlihat di sejumlah titik, sementara anggota Basij—pasukan sukarelawan paramiliter Iran—berpatroli menggunakan sepeda motor.

Pada Senin, 6 Juli, rangkaian berubah bentuk. Jenazah akan dibawa keluar dari ruang tertutup menuju prosesi besar di pusat Teheran. Jalanan ibu kota menjadi panggung utama sebelum iring-iringan bergerak ke kota berikutnya.
Berhenti di Kota Para Ulama
Setelah Teheran, jenazah dibawa ke Qom pada Selasa, 7 Juli. Jaraknya sekitar 120 kilometer ke arah selatan dari ibu kota, tetapi bobot simboliknya jauh lebih besar daripada ukurannya di peta.
Qom adalah pusat pendidikan dan otoritas keagamaan Syiah Iran. Kota ini menaungi hauzah atau jaringan lembaga pendidikan Islam, tempat ribuan ulama dan pelajar agama menimba ilmu setiap tahun.
Khamenei sendiri pernah menempuh pendidikan agama di Qom. Karena itu, singgahnya jenazah di kota ini bukan sekadar bagian dari rute logistik, melainkan kepulangan simbolis kepada salah satu ruang yang membentuk perjalanan intelektual dan keagamaannya.




Tinggalkan Balasan