Angelina Jolie membagikan citra satelit kondisi Gaza sebelum dan sesudah serangan Israel, serta mendesak pemenuhan bantuan kemanusiaan segera.

KOSONGSATU.ID — Aktris Hollywood dan mantan Utusan Khusus Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Angelina Jolie, mengajak publik melihat langsung kehancuran Jalur Gaza, Palestina. Ia membagikan perbandingan kondisi wilayah tersebut sebelum dan sesudah serangan Israel.

Melalui akun Instagram pribadinya, ia meminta pengikutnya memanfaatkan teknologi pemetaan digital guna menyadari skala kerusakan. “Kamu kini bisa membuka Google Earth dan melihat apa yang telah terjadi di Gaza,” kata Angelina Jolie.

Fakta Kehancuran Infrastruktur

Jolie merinci area yang kini luluh lantak sebelumnya merupakan pusat kehidupan masyarakat. Tempat tersebut mencakup permukiman warga, sekolah, universitas, rumah sakit, jalan, hingga sistem air dan sanitasi.

Angelina Jolie membagikan perbandingan citra satelit Google Earth di Instagram pada Minggu, 4 Oktober 2026, yang menunjukkan kehancuran Jalur Gaza sebelum dan sesudah perang. – IG @angelinajolie

Berdasarkan data analisis citra satelit PBB yang ia kutip, sebanyak 82 persen bangunan di Gaza telah mengalami kerusakan. Selain itu, sekitar 66 persen infrastruktur lainnya dinilai hancur total akibat serangan tanpa henti.

Dampak kerusakan ini sangat masif bagi penduduk setempat. Tercatat ada 1,98 juta orang atau setara 94 persen dari total populasi masyarakat Gaza yang kini kehilangan tempat tinggal dan butuh hunian.

Kebutuhan Mendesak Jelang Musim Dingin

Ihwal krisis kemanusiaan ini, Jolie mendesak adanya tindakan segera untuk membantu para korban. “Masyarakat membutuhkan perlindungan sebelum musim dingin,” kata aktris dengan bayaran tertinggi di Hollywood tersebut.

Ia menekankan bantuan kemanusiaan harus segera menjangkau warga sipil sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Fasilitas kesehatan yang tersisa juga dalam kondisi krisis. “Rumah sakit membutuhkan pasokan medis,” ujarnya.

Rekam Jejak Kemanusiaan

Sebelumnya, Jolie memang kerap menyuarakan isu-isu kemanusiaan di kancah global. Pada 3 Januari 2026, ia mengunjungi perbatasan Rafah di Mesir sebagai bagian dari advokasi kemanusiaan untuk warga Palestina.

Kini, ia mempertanyakan komitmen global dalam memenuhi hak hidup para korban di wilayah konflik tersebut. “Kehancurannya terlihat. Kebutuhannya diketahui. Yang penting sekarang adalah apakah kebutuhan tersebut terpenuhi,” kata Jolie.***