Indonesia menempatkan tiga inovasi digital di jajaran 90 terbaik dunia versi PBB — dan masih berpeluang memenangkan gelar juara utama yang diumumkan Juli mendatang di Jenewa.
KOSONGSATU.ID — Tiga inovasi digital buatan Indonesia masuk sebagai WSIS Champions 2026 dalam ajang The World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes yang diselenggarakan International Telecommunication Union (ITU), badan telekomunikasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ketiga inovasi itu adalah Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta Rumah Pendidikan dan Anugerah Bug Bounty dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Untuk meraih status champion, ketiganya harus bersaing dengan 1.596 inovasi digital dari 122 negara. Proses seleksinya melibatkan 2,2 juta suara publik yang kemudian diverifikasi panel pakar ITU, hingga tersaring 90 champion — tiga di antaranya milik Indonesia.
Apa yang mereka lakukan?
Jalahoaks adalah platform verifikasi informasi untuk membantu masyarakat melawan hoaks. Rumah Pendidikan merupakan superaplikasi yang mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan dalam satu ekosistem digital nasional. Sementara Anugerah Bug Bounty melibatkan white hacker — peretas etis — untuk mengidentifikasi kerentanan sistem digital pemerintah secara bertanggung jawab.



Tinggalkan Balasan