Pemerintah menyiapkan sistem bansos berbasis kecerdasan buatan dengan identitas digital tunggal — rata-rata penerima bisa kantongi Rp 5,4 juta per orang.

KOSONGSATU.ID — Pemerintah akan mengoptimalkan kecerdasan buatan untuk mengelompokkan penerima bansos, dengan rata-rata akumulasi bantuan mencapai Rp 5,4 juta per orang.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 9 Juni 2026.

“Subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada penerima. Rata-rata bansos itu berupa transfer tunai sekitar Rp 5,4 juta per orang dan ini nanti akan dikelompokkan dengan AI,” ujar Luhut.

Identitas Digital Tunggal Jadi Tulang Punggung

Pemerintah menyiapkan digital single ID yang ditargetkan mulai berjalan akhir 2026, sehingga seluruh bansos dan transfer langsung dapat lebih tepat sasaran sekaligus menghemat anggaran secara signifikan.

Luhut menyebut 80 persen sistem teknologi pemerintahan sudah terkoneksi, dan untuk pertama kalinya data dari delapan kementerian serta lembaga menjadi satu.

Cakupan Meluas ke UMKM dan Pajak

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah juga akan didorong menggunakan kecerdasan buatan.

Dengan data yang terintegrasi, pemerintah menargetkan rasio pajak naik dari sekitar 9 persen saat ini menuju 12–13 persen dalam jangka menengah.

Luhut menegaskan sistem ini dibangun sepenuhnya oleh tenaga ahli Indonesia, dan menyebut Indonesia berpeluang jadi negara berpenduduk besar pertama yang menjalankan pemerintahan berbasis kecerdasan buatan secara menyeluruh.***