Siti Fatimah binti Maimun adalah simbol kekuatan diplomasi dan literasi yang mengubah peta sejarah Islam di Nusantara.


KOSONGSATU.ID—Selama puluhan tahun, memori kolektif kita terpaku bahwa Islam di Jawa baru bermula pada abad ke-15. Namun, Situs Leran di Manyar, Gresik, menyimpan “bom” sejarah yang mematahkan teori tersebut.

Di sana, bersemayam Siti Fatimah binti Maimun, seorang bangsawan yang kehadirannya mencatatkan eksistensi peradaban Islam di Jawa sejak 7 Rajab 475 Hijriah atau Desember 1082 Masehi—hampir 400 tahun sebelum era Raden Rahmat atau Sunan Ampel menginjakkan kaki di Surabaya.

Penelitian arkeolog asal Prancis, Paul Ravaisse (1922), terhadap nisan Siti Fatimah mengonfirmasi bahwa gaya tulisan Kufi yang terpahat di sana identik dengan gaya kaligrafi Timur Tengah abad ke-11. Temuan ini menjadi bukti autentik tertua mengenai keberadaan komunitas Muslim di tanah Jawa yang sudah mapan, jauh melampaui usia kejayaan Kerajaan Majapahit.

Pionir Literasi dan Akar Budaya Persia

Siti Fatimah bukan sekadar sosok yang dimakamkan. Dia memimpin rombongan dari Persia yang membawa elemen-elemen fundamental dalam pendidikan Islam Nusantara. Salah satu warisan terbesarnya yang masih hidup hingga hari ini adalah pengaruh linguistik dalam sistem literasi pesantren melalui aksara Arab Pegon.

Istilah pengejaan harakat seperti jabar (fathah), jer (kasrah), dan pes (dhammah) yang sangat akrab di telinga santri Jawa, merupakan serapan langsung dari pengaruh peradaban Persia yang dibawa rombongannya. Hal ini menandakan bahwa tingkat pengaruh budaya tersebut mencapai 100 persen dalam membentuk dasar-dasar pengajaran Al-Qur’an di Jawa sejak seribu tahun silam.

Diplomasi “Soft Power” di Pelabuhan Leran

Sebagai seorang wanita bangsawan sekaligus saudagar, Siti Fatimah menunjukkan sisi soft power Islam di Pelabuhan Leran yang kala itu menjadi hub perdagangan internasional. 

Di tengah masyarakat yang didominasi pengaruh Hindu-Buddha dari masa Kerajaan Panjalu, ia menyebarkan Islam melalui kejujuran niaga dan kedekatan sosial.