BNN menemukan 12 dari 341 sampel vape positif narkotika.


KOSONGSATU.ID—Rokok elektrik yang selama ini dipromosikan sebagai alternatif “lebih aman” dari rokok konvensional kini menghadapi kenyataan yang jauh lebih gelap: sebagian cairannya terdeteksi mengandung narkotika sintetis yang disusupkan secara sistematis.

Sepanjang kuartal ketiga 2025, Pusat Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN) menguji 341 sampel liquid vape yang beredar di pasaran. Pengujian ini dilakukan menyusul lonjakan pengguna vape di kalangan remaja yang disebut meningkat hingga sepuluh kali lipat. Hasilnya mencengangkan. Sebanyak 12 sampel dinyatakan positif mengandung narkotika golongan I serta turunan sintetis berisiko tinggi.

Kepala BNN, Suyudi Ario Seto, menyebut temuan tersebut sebagai alarm keras. Dalam Focus Group Discussion di Jakarta, 18 Februari 2026, ia menegaskan bahwa hasil laboratorium itu tidak bisa lagi dianggap kasus sporadis. Vape, katanya, telah menjadi pintu masuk narkoba sebagai fakta yang tidak terbantahkan.

Secara mekanisme, perangkat vape memanaskan cairan menjadi aerosol yang langsung dihirup ke paru-paru. Proses ini mempercepat zat aktif masuk ke aliran darah. Efeknya lebih cepat terasa, daya adiksinya meningkat, dan risiko overdosis sulit terdeteksi karena tampilannya menyerupai konsumsi gaya hidup biasa.

Celah Regulasi dan Etomidate

Salah satu zat yang kerap ditemukan adalah etomidate. Dalam dunia medis, senyawa ini dikenal sebagai obat anestesi untuk prosedur operasi. Namun di tangan sindikat, etomidate dicampurkan ke dalam cartridge vape dan diedarkan melalui pasar gelap.

Efeknya tidak ringan. Paparan etomidate dapat memicu halusinasi, kebingungan, tremor, depresi pernapasan, hingga potensi gagal organ. Dalam dosis tertentu, risiko kematian mendadak bukan sekadar kemungkinan teoretis.

Masalahnya, hingga awal 2026, etomidate belum tercantum dalam lampiran Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika maupun regulasi turunannya. Kekosongan norma ini menciptakan celah hukum yang dimanfaatkan jaringan pengedar.