Polda Metro Jaya menyita 1.409 vape etomidate. Penyalahgunaan obat bius ini memicu kerusakan otak hingga efek ‘zombie’ mematikan.
KOSONGSATU. ID – Penemuan ribuan barang haram ini menjadi alarm darurat bagi masyarakat, khususnya kalangan muda penikmat rokok elektrik. Di balik kepulan uap vape yang kerap dianggap sekadar tren gaya hidup, kini terselip bahaya nyata dari sindikat pengedar yang nekat memanipulasi obat medis keras menjadi narkotika perusak saraf.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya baru saja membongkar peredaran narkotika gaya baru di Jakarta Timur. Petugas meringkus seorang wanita berinisial E (37) di Apartemen Bassura dan menyita 1.409 keping liquid cartridge vape. Mengejutkannya, cairan tersebut mengandung etomidate, sebuah zat yang sangat berbahaya jika beredar bebas di luar fasilitas medis.
Manfaat Medis vs Ancaman Nyawa
Sejatinya, dokter mengandalkan etomidate sebagai obat anestesi atau bius darurat di rumah sakit. Obat ini bekerja kilat menghilangkan kesadaran pasien berstatus kritis tanpa merusak stabilitas tekanan darah dan jantung.
Sayangnya, para pengedar narkoba kini menyalahgunakan obat keras ini. Mereka sengaja mencampurkan etomidate ke dalam liquid vape untuk memberikan sensasi rileks atau “fly” instan kepada pengguna, tanpa peduli bahwa tindakan tersebut sama dengan mengundang maut.
Mengapa Etomidate Sangat Berbahaya?
Saat seseorang menghirup uap vape beretomidate, senyawa kimia tersebut langsung merusak sistem saraf pusat karena dosisnya sama sekali tidak terkontrol. Dikutip dari alodokter, berikut adalah bahaya fatal yang langsung mengancam nyawa pengguna:
- Kerusakan Otak dan Kesadaran: Pengguna bisa mendadak jatuh koma, mengalami halusinasi parah (melihat hal yang tidak nyata), hingga kehilangan daya ingat.
- Henti Napas Mendadak: Etomidate menekan pusat pernapasan di otak. Tanpa alat bantu medis, pengguna bisa tersedak, berhenti bernapas, dan mengalami kerusakan organ permanen karena otak kekurangan oksigen.
- Gagal Jantung: Penggunaan ilegal dapat menurunkan tekanan darah secara drastis, mengacaukan irama jantung, dan memicu serangan jantung hingga kematian mendadak.
- Kelumpuhan Sistem Imun: Paparan tanpa resep merusak fungsi kelenjar adrenal. Akibatnya, tubuh kehilangan kemampuan memproduksi hormon penahan stres, sehingga sangat rentan terhadap infeksi berat dan dehidrasi akut.
Wabah Global ‘Narkoba Zombie’
Ancaman mematikan ini bukan isapan jempol belaka. Di Taiwan, masyarakat menjuluki racikan ini sebagai “kartrid vape zombie”. Pasalnya, obat ini membuat pemakainya kehilangan kendali atas tubuh mereka sendiri, bertingkah persis seperti mayat hidup. Sepanjang 2023 hingga 2024, kepolisian Taiwan bahkan telah menyita puluhan ribu kartrid ilegal ini.
Sementara itu, otoritas Hong Kong menyebut cairan ini sebagai “space oil“. Mereka mencatat etomidate telah merangsek naik menjadi narkoba ketiga yang paling banyak menjerat anak muda berusia di bawah 21 tahun. Para pakar psikiatri internasional menegaskan bahwa pemakaian vape bercampur narkoba ini pasti berujung pada kerusakan otak jangka panjang, psikosis, hingga bunuh diri.
Etomidate di dalam vape adalah racun mematikan, bukan sekadar pelengkap gaya hidup kekinian. Zat ini murni obat medis keras yang mutlak membutuhkan pengawasan ketat dari dokter ahli. Jangan pernah berkompromi dengan rasa penasaran. Mari lindungi lingkungan dan orang terdekat kita dari ancaman “narkoba zombie” ini, dan segera laporkan ke pihak berwenang jika Anda menemukan indikasi peredaran vape yang mencurigakan.***



Tinggalkan Balasan