Pusing, lelah, dan jarang buang air kecil kerap dianggap sepele. Padahal kehilangan cairan 1,4 persen bobot tubuh sudah memengaruhi fokus.

KOSONGSATU.ID – Pusing di tengah hari, badan lemas, lalu mata terasa berat. Banyak orang menyalahkan kurang tidur atau beban kerja, padahal tubuh mungkin sedang kekurangan cairan.

Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan cairan lebih banyak daripada yang masuk. Kondisi ini bisa menimpa siapa saja, dari bayi hingga lansia.

Cuaca memang mulai berganti. Menurut prakiraan BMKG, hujan ringan hingga sedang diperkirakan membasahi banyak kota pada 1 November 2026. Namun kebutuhan cairan tubuh tidak ikut berhenti.

Empat Gejala yang Kerap Terlewat

Kementerian Kesehatan menyebut empat gejala umum dehidrasi: pusing, lelah, jarang buang air kecil, serta mulut, bibir, dan mata yang kering.

Pusing timbul karena volume dan tekanan darah menurun. Rasa lelah menyusul karena tubuh bekerja dengan cairan yang tidak memadai.

Gejalanya beragam dan tidak selalu terasa berat. Karena itu, banyak orang tidak menyadari dirinya sedang kekurangan cairan.

Sebuah studi di The Journal of Nutrition menguatkan hal itu. Peserta perempuan sehat kehilangan sekitar 1,36 persen bobot tubuh akibat cairan.

Pada kondisi itu mereka melaporkan energi menurun, lebih lelah, sakit kepala, dan sulit berkonsentrasi. Tugas terasa lebih berat dari biasanya.

Peserta juga lebih haus dan urinenya lebih pekat. Studi lain menemukan gangguan memori dan fungsi eksekutif pada dehidrasi ringan membaik setelah cairan kembali tercukupi.

Berapa Banyak yang Harus Diminum?

Kementerian Kesehatan menganjurkan orang dewasa meminum sekitar 2 liter air putih per hari. Sekitar 20 persen kebutuhan cairan bisa dipenuhi dari makanan.

Buah dan sayur kaya air, seperti bayam dan semangka yang kandungan airnya disebut mencapai 90 persen, ikut membantu memenuhi kebutuhan itu.

Angka dua liter bersifat umum. Kebutuhan sebenarnya meningkat saat beraktivitas berat, berkeringat, atau berada di tempat yang panas.

Bila kekurangan cairan berlangsung lama, risikonya menjalar ke ginjal. Batu ginjal dan kerusakan otot termasuk yang diwaspadai.

Pusing dan lelah juga bisa dipicu sebab lain, seperti kurang tidur atau stres. Jika keluhan tidak membaik setelah cairan tercukupi, sebaiknya memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Terapkan pula pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Langkah awalnya sederhana, yaitu meminum segelas air putih, lalu mengamati apakah pusingnya mereda. ***