Kopi hitam menyehatkan, tetapi tambahan gula berlebih bisa mengubahnya jadi “bom waktu” diabetes. Studi terbaru menegaskan batas aman konsumsi agar manfaatnya tak berubah jadi risiko.
KOSONGSATU.ID – Kebiasaan minum kopi telah berevolusi dari sekadar peningkat stamina menjadi gaya hidup yang tak terpisahkan bagi masyarakat urban. Namun, di balik aroma kafein yang memikat, tersimpan “bom waktu” kesehatan ketika kopi bertemu dengan pemanis berlebih. Data medis terbaru menunjukkan garis tipis antara manfaat kopi sebagai pelindung tubuh dan perannya sebagai pemicu diabetes.
Jebakan Kalori Cair
Secara alami, kopi hitam adalah minuman “superfood” dengan nyaris nol kalori (2–5 kkal) dan kaya akan polifenol antiinflamasi. Namun, transformasi menjadi “kopi kekinian” mengubah profil nutrisinya secara drastis.
Berdasarkan data komparatif nutrisi, penambahan pemanis seperti gula pasir, susu kental manis, atau sirup perasa dapat melambungkan kandungan energi hingga 300–500 kalori per sajian. Angka ini setara dengan sepiring makan siang, namun dalam bentuk gula yang cepat diserap.
Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc., pakar gizi dari Universitas Indonesia, memperingatkan adanya bahaya hidden sugar (gula tersembunyi).
“Per gram gula akan menyumbang 4 kalori. Masalahnya bukan hanya pada gula pasir yang kita lihat, tapi juga hidden sugar dalam campuran susu kental manis atau sirup perasa pada kopi,” ungkapnya dalam sebuah tinjauan kesehatan.
Hal ini memicu kekhawatiran karena Kementerian Kesehatan RI menetapkan batas aman konsumsi gula harian hanya 50 gram (4 sendok makan). Satu gelas kopi susu gula aren ukuran besar disinyalir dapat memenuhi hampir 100% kuota harian tersebut.
Mitos vs Fakta: Bolehkah Memakai Gula?
Apakah kopi harus selalu pahit untuk menyehatkan? Sebuah studi kohort besar yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine (Liu et al.) memberikan jawaban mengejutkan. Riset ini menemukan bahwa konsumsi kopi dengan gula dalam jumlah sedikit (sekitar 1 sendok teh atau 5 gram) masih diasosiasikan dengan penurunan risiko kematian dini hingga 31%, angka yang mirip dengan peminum kopi hitam.




1 Komentar