Warga kurang mampu di Gempol, Pasuruan, Nurul Ahmad, menerima bantuan rumah gratis dari OPSHID. Bangunan permanen ini diserahkan lengkap berikut perabotan.
KOSONGSATU.ID — Raut lega terpancar dari wajah Nurul Ahmad, warga Dusun Payaman, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Rumah tinggalnya yang lapuk resmi mulai dibangun ulang secara total oleh para relawan Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah, Senin, 21 September 2026.
Kegiatan tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu syukur tepat pukul 10.00 WIB. Proyek di Pasuruan ini menjadi bagian dari pembangunan serentak di 49 lokasi di seluruh Indonesia dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda serta Hari Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
Hingga awal pekan ini, panitia mencatat sudah 49 unit dari target awal 58 rumah yang serentak memulai tahap konstruksi fisik. Jumlah sasaran diperkirakan terus bertambah seiring masuknya usulan dari berbagai daerah.

Bangunan Permanen Lengkap Perabot
Bukan sekadar perbaikan dinding tambal sulam, program bertajuk Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina ini merombak total hunian dari pondasi awal. Rumah dibangun dengan struktur permanen berdinding kokoh dan atap berstandar keamanan tinggi.
Hunian nantinya diserahkan dalam status siap pakai secara penuh. Penerima manfaat langsung menikmati fasilitas sanitasi air bersih, instalasi kelistrikan, hingga perabotan rumah tangga tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Selain meletakkan batu pertama, para relawan di Gempol turut membagikan santunan uang tunai kepada warga kurang mampu di lingkungan sekitar lokasi proyek.
Gotong Royong Tanpa Proposal Dana
Kekuatan program sosial tahunan yang bergulir sejak tahun 2008 ini bertumpu pada kemandirian para donatur dan relawan. Panitia pembangunan pantang mengedarkan proposal dana bantuan kepada instansi pemerintah maupun korporasi komersial.
Seluruh kebutuhan material semen, pasir, rangka atap, hingga upah tukang dan konsumsi harian relawan dibiayai tuntas melalui swadaya warga Thoriqoh Shiddiqiyyah.
Gerakan kemanusiaan ini berpijak pada arahan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi bersama pimpinan pemuda organisasi. Mereka menanamkan prinsip bahwa cinta tanah air wajib diwujudkan dalam tindakan nyata menyejahterakan sesama warga bangsa.***




Tinggalkan Balasan