OPSHID Malang Raya menyerahkan Rumah Syukur. Kegiatan ini menyoroti peran relawan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam penyediaan hunian.
KOSONGSATU.ID – OPSHID Malang Raya menggelar tasyakuran dan serah terima Rumah Syukur Layak Huni Fatchan Mubiina di Malang pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Sumpah Pemuda dan 98 tahun lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Menurut data Deputi OPSHID Malang Raya, tiga penerimanya ialah Sunarseh, Achmad Subechi, dan Sunariyah. Mereka berasal dari tiga desa di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
Alim ulama, tokoh Shiddiqiyyah, wali talqin, serta pengurus organisasi tingkat pusat dan daerah menghadiri acara itu.
Taufik Rochman hadir sebagai Wali Talqin Shiddiqiyyah sekaligus perwakilan Dewan Pimpinan Pusat. Ia menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung pembangunan.
Dalam sambutannya, Taufik juga memberikan penghormatan kepada para sesepuh Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, dan tokoh Shiddiqiyyah yang hadir.

Bagaimana pembangunan melibatkan masyarakat?
Menurut Taufik, pembangunan Rumah Syukur telah menjangkau 59 tempat di Indonesia. Ia menyebut program tersebut sebagai kegiatan bersama yang berjalan berkesinambungan.
Pelaksanaannya dikaitkan dengan sejumlah momentum kebangsaan, mulai dari peringatan kemerdekaan, Sumpah Pemuda, hingga menjelang Hari Pahlawan pada 10 November.
Taufik menjelaskan bahwa pembangunan di berbagai daerah membutuhkan keterlibatan pengurus organisasi, relawan, perangkat desa, dan masyarakat.
Di wilayah Pujon, ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa dan warga Ngabab, Madiredo, serta Tawangsari.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa dan masyarakat, khususnya di Desa Ngabab, Madiredo, dan Tawangsari.”
“Komunikasi serta kerja sama yang baik menjadi bagian penting dalam kelancaran kegiatan ini,” ungkapnya.
Menurut penjelasan tersebut, dukungan pembangunan mencakup hubungan kerja sama antara pelaksana kegiatan dan lingkungan masyarakat tempat rumah dibangun.
Taufik juga mengapresiasi Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah, Jami’iyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah, wali talqin, dan para relawan.
Mengapa hubungan dengan warga ditekankan?
Selain membahas pembangunan rumah, Taufik meminta anggota Thoriqoh Shiddiqiyyah di Malang Raya menjaga hubungan baik di dalam maupun di luar organisasi.
“Mari kita terus menjaga kekompakan, mempererat silaturahmi, dan memelihara keharmonisan.”
“Hubungan baik tidak hanya perlu dijaga di antara sesama anggota, tetapi juga dengan seluruh masyarakat,” pesannya.
Ia mengatakan pengurus pusat memiliki tanggung jawab untuk hadir dan mendukung kegiatan organisasi di daerah.
“DPP berupaya untuk selalu hadir dan mendukung kegiatan organisasi di daerah, di mana pun dan kapan pun kegiatan itu dilaksanakan,” kata Taufik.
Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk membicarakan sejarah perkembangan Shiddiqiyyah di wilayah Malang.
Taufik menyebut Desa Ngabab memiliki kedudukan penting dalam perjalanan tersebut. Ia menyebut Kiai Toha Abdul Ghoni sebagai salah satu murid awal Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah di sana.
Menurut keterangannya, Shiddiqiyyah kemudian berkembang ke berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri.
Dalam konteks acara ini, penyerahan rumah ditempatkan sebagai kegiatan sosial sekaligus pertemuan antara pengurus, anggota, dan masyarakat.
Taufik berharap pembangunan Rumah Syukur dapat berjalan bersama upaya menjaga kepedulian sosial dan keharmonisan dengan warga sekitar. (Ahmad Ihsan/Kontributor)




Tinggalkan Balasan