Indonesia perlu membaca sinyal ini secara serius. Menjadi pusat halal dunia tidak cukup dengan memperbanyak slogan atau sertifikat. Indonesia harus mampu memastikan produk lokal masuk ke rantai pasok regional dan global.
Artinya, bahan baku halal harus tersedia. Pembiayaan syariah harus mudah diakses. Industri pengolahan harus tumbuh. Pelaku UMKM harus mampu memenuhi standar ekspor. Dan sertifikasi harus menjadi bagian dari strategi produksi, bukan urusan terakhir ketika barang sudah siap dijual.
Ankara mungkin jauh dari Jakarta. Tetapi pesan dari forum itu dekat dengan dapur usaha kecil, pabrik makanan, produsen kosmetik, pengrajin fesyen muslim, hingga petani yang memasok bahan baku.
Dalam ekonomi halal, kemenangan tidak ditentukan oleh siapa yang memiliki konsumen Muslim paling banyak. Kemenangan akan ditentukan oleh siapa yang mampu memproduksi, menjamin mutu, dan mengirimkan produk ke pasar dunia.***



Tinggalkan Balasan