Masyarakat Gelar Alam menjaga pangan hingga puluhan tahun dengan sistem tanam adat yang ramah lingkungan.
KOSONGSATU.ID — Kasepuhan Gelar Alam menunjukkan bahwa pertanian tradisional dapat melahirkan ketahanan pangan jangka panjang. Warga hanya menanam padi sekali setahun, mengikuti filosofi leluhur bahwa tanah adalah “ibu yang hanya melahirkan sekali dalam setahun”.
Saat lahan beristirahat, mereka menanam palawija. Pola ini membentuk ekosistem pertanian berkelanjutan yang tidak bergantung pada pupuk atau alat modern.
Pertanian Sakral dan Aturan Adat
Bagi masyarakat Kasepuhan Gelar Alam, bertani adalah praktik sakral. Hasil panen tidak dijual dan hanya digunakan untuk kebutuhan komunitas. Larangan ini memastikan ketahanan pangan tetap terjaga.
Proses bertani pun mengikuti adat ketat. Mereka tidak menggunakan traktor, tetapi alat tradisional. Di wilayah pegunungan yang sumber airnya terbatas, sistem tanam tunggal setahun menjaga kesuburan tanah dan menghemat air.
“Padi bagi kami bukan hanya makanan, tapi juga nyawa,” ujar tokoh adat Dalang Dede, Jumat (5/12/2025). Kalimat pendek itu menggambarkan kuatnya nilai spiritual pertanian bagi mereka.
Siklus Tanam: Dari Ngaseuk hingga Serentaun
Satu siklus tanam padi terdiri dari rangkaian ritual. Proses ngaseuk menandai penanaman pertama, dipimpin langsung oleh Abah sebagai pemimpin adat. Tahap mipit dilakukan dengan etem, pisau kecil untuk memanen padi secara utuh, dilanjutkan proses mabay, mipit pare, dan dibuat yang melibatkan seluruh warga.
Ritual nganyaran menandai konsumsi pertama hasil panen setelah padi ditumbuk, dicuci, dan dimasak secara tradisional. Di akhir siklus, prosesi ponggokan menjadi bentuk penyerahan batiniah kepada sesepuh, kini sering digantikan nominal uang.
Puncaknya, upacara serentaun digelar untuk menghormati leluhur dan memuliakan Dewi Sri sebagai simbol kesuburan.
Leuit: Jantung Kedaulatan Pangan
Lumbung padi atau leuit dibangun dengan bahan alami—kayu, bambu, anyaman, dan ijuk. Proses pembuatannya dilakukan oleh ahli adat atau melalui gotong royong.
Leuit dianggap sakral. Leuit Jimat menjadi pusat penyimpanan padi masyarakat. Berkat manajemen pangan ketat, Kasepuhan Gelar Alam mampu menyimpan cadangan pangan hingga puluhan tahun.
Pemimpin adat, Abah Ugi, menyebut pada 2017 padi di seluruh leuit dapat mencukupi makan masyarakat selama 75 tahun ke depan. “75 tahun kita tidak bertani, masih bisa makan,” kata Dalang Dede menirukan Abah.





Tinggalkan Balasan