Masih ada lagi pertanyaan yang ia ajukan, “Bagaimana agar dapat hubungan dengan Tuhan?” Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya pun menjawab,
“Tanpa mendapatkan frekuensi-Nya tak mungkin ada kontak dengan Tuhan. Lihat saja, walaupun 1 mm jaraknya dari sebuah zender radio, kita letakkan radio dengan frekuensi yang tidak sama, maka radio kita itu tidak akan mengeluarkan suara dari zender tersebut. Begitu juga dengan Tuhan, walaupun Tuhan berada lebih dekat dari kedua urat leher kita, kita mungkin ada kontrak jika frekuensi-Nya kita dapat,” jelasnya.
“Bagaimana agar dapat frekuensi-Nya sementara kita adalah manusia kecil yang serba kekurangan?’ tanya Presiden kemudian. “Melalui isi dada Rasulullah”, jawab Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya.
“Dalam Hadits Qudsi disebutkan yang artinya ‘Bahwasanya Al-Qur’an ini satu ujungnya di tangan Allah dan satu lagi di tangan kamu, maka peganglah kuat-kuat akan dia”, (Abi Syuraihil Khuza’ayya radhiyAllahu anhu)’, lanjutnya. Kemudian disambung dengan penjelasan, “Begitu juga dalam Q.S. Al Hijr/15: 29 – maka setelah aku sempurnakan dia dan aku tiupkan di dalamnya sebagian rohku, rebahkan dirimu bersujud kepada-Nya.”
“Nur Ilahi yang terbit dari Allah sendiri adalah tali yang nyata antara Allah dengan Rasulullah. Ujung Nur Ilahi itu ada dalam dada Rasulullah. Ujungnya itulah yang kita hubungi, maka jelas kita akan dapat frekuensi dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala”, kata Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya.
Profesor melanjutkan,“ Lihat saja sunnatulah, hanya cahaya matahari saja yang satu-satunya sampai pada matahari. Tak ada yang sampai pada matahari melainkan cahayanya sendiri. Juga gas-gas yang saringan-saringanya tak ada yang sampai matahari, walaupun edelgassen, seperti Xenon, Crypton, Argon, Helium, Hydrogen dan lain-lain. Semua vacuum!”
“Yang sampai pada matahari hanya cahayanya, karena ia terbit darinya dan tidak bercerai siang dan malam dengannya. Kalaulah matahari umurnya 1 (satu) juta tahun, maka cahayanyapun akan berumur sejuta tahun pula. Kalau matahari hilang maka cahayanya pun akan hilang.”




Tinggalkan Balasan