Mengutip analisis pakar sejarah Islam dari Universitas Pembangunan Panca Budi, “Syeikh Kadirun Yahya melakukan penyebaran Islam dengan cara yang berbeda, memadukan ilmu eksakta yang riil dan logis dengan tasawuf, membuktikan bahwa ayat suci menyimpan tenaga tak terhingga melampaui energi nuklir.”

Sejarah mencatat berbagai karomah yang menyertainya sering kali bersentuhan dengan peristiwa besar. Beliau pernah meredakan amukan letusan Gunung Galunggung pada 1982 menggunakan batu sijjil yang dilemparkan dari helikopter.

Kehebatannya juga diakui secara internasional; mulai dari menumpas gerombolan komunis di hutan Malaysia atas permintaan Menteri Pertahanan Datuk Hamzah Abu Sammah, hingga dimintai bantuan air tawajuh oleh Duta Besar Irak selama kecamuk perang Irak-Iran.

Pertemuan di beranda Istana Merdeka tersebut bukan sekadar obrolan santai, melainkan dialog peradaban antara kekuasaan duniawi dan kedalaman spiritual. Syekh Kadirun Yahya berhasil memberikan kerangka keilmuan modern pada ajaran Islam di hadapan seorang pemimpin besar. Kisah ini menegaskan bahwa Soekarno adalah manusia pemikir yang terus mencari jalan pulang menuju Tuhannya, melalui logika sains yang menjembatani kebesaran Sang Pencipta.***


Daftar Pustaka

  • Lubis, S. (2018). Tharekat Naqsabandiyah Kholidiyah Saidi Syekh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, MA di Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 3(1).
  • Biografi Prof. Dr. H. Kadirun Yahya (Sumber data tertulis historis).