Lebih dari tiga juta keluarga telah mendaftar secara digital untuk memperoleh PKH dan bantuan sembako. Jumlah itu baru sekitar 6 persen dari target nasional 49 juta keluarga.
KOSONGSATU.ID – Pemerintah memperluas digitalisasi pendaftaran bantuan sosial ke 153 kabupaten dan kota di 38 provinsi. Lebih dari tiga juta keluarga telah terdaftar dalam sistem tersebut hingga 14 Agustus 2026.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian itu dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
“Lebih dari tiga juta keluarga telah terdaftar menuju target 49 juta keluarga pendaftar atau lebih dari 50 persen keluarga Indonesia pada saat implementasi nasional,” kata Prabowo.
Digitalisasi tersebut digunakan untuk pendaftaran Program Keluarga Harapan serta Bantuan Pangan Non-Tunai atau program sembako. Pemerintah berencana memperluasnya ke program bantuan sosial, bantuan pemerintah, dan subsidi lainnya.
Meluas dari 43 Daerah
Cakupan digitalisasi bansos bertambah lebih dari tiga kali lipat dalam waktu kurang dari sebulan. Pada 20 Juli 2026, pemerintah baru melaporkan penerapan sistem di 43 kabupaten dan kota pada 26 provinsi dengan sekitar satu juta keluarga terdaftar.
Jumlah itu kemudian meningkat menjadi 153 daerah di seluruh provinsi. Namun, tiga juta keluarga yang telah mendaftar masih sekitar 6 persen dari target nasional sebanyak 49 juta keluarga.




Tinggalkan Balasan