Konflik AS–Iran memicu ancaman lonjakan harga energi global.
KOSONGSATU.ID—Konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Iran berubah menjadi ancaman serius bagi ekonomi global setelah militer Iran melarang kapal komersial melintasi Selat Hormuz. Kebijakan itu langsung memicu kepanikan pasar energi dan keuangan internasional.
Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi dunia. Sekitar 20 juta barel minyak mentah per hari melintas di perairan sempit ini. Angka tersebut setara 20 hingga 25 persen pasokan minyak dunia melalui laut.
Tak hanya minyak mentah, sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair dunia juga bergantung pada jalur ini. Gangguan satu hari saja dinilai cukup mengguncang harga energi global.
Proyeksi Harga Melonjak Tajam
Para analis di berbagai bursa langsung merevisi proyeksi harga minyak. Mereka menilai blokade penuh dapat melipatgandakan harga dalam waktu singkat.
Muyu Xu, Analis Minyak Mentah Senior di Kpler Ltd, mengatakan pada 28 Februari bahwa harga minyak berpotensi menembus USD 120 hingga USD150 per barel jika penutupan berlangsung signifikan.
Lonjakan tersebut dipicu ketidakpastian pasokan dan meningkatnya premi risiko geopolitik di pasar komoditas.
Inflasi Global Mengintai
Kenaikan harga energi akan berdampak langsung pada biaya produksi dan transportasi global. Negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat berpotensi menghadapi tekanan inflasi baru.
Bank sentral diperkirakan berada dalam posisi sulit. Opsi mempertahankan atau menaikkan suku bunga terbuka untuk meredam tekanan harga, meski berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Perusahaan asuransi maritim juga merespons cepat. Premi perlindungan kapal niaga dilaporkan melonjak hingga 50 persen dalam waktu singkat. Risiko militer membuat sebagian operator menunda pelayaran ke Teluk Persia.
Asia Paling Rentan
Sekitar 82 persen minyak yang melintasi Hormuz dikirim ke pasar Asia. Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan India menjadi negara yang paling terdampak jika pasokan terganggu.
Namun sejumlah pakar menilai Iran kecil kemungkinan menutup selat secara permanen. Ekspor minyak ke Tiongkok tetap menjadi sumber pendapatan utama Teheran.





3 Komentar