Dua tanker Pertamina tertahan di Selat Hormuz akibat konflik Timur Tengah.


KOSONGSATU.ID — Dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dilaporkan masih berada di kawasan Selat Hormuz, setelah konflik geopolitik di Timur Tengah memicu gangguan jalur pelayaran energi dunia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kapal tersebut belum dapat melintas keluar dari kawasan Teluk Persia karena situasi keamanan yang belum stabil.

Ia memastikan pemerintah terus memantau kondisi di lapangan.

“Kapalnya masih menunggu situasi aman. Kita melakukan koordinasi dan diplomasi agar bisa keluar dengan selamat,” ujar Bahlil Lahadalia di Jakarta, dikutip Rabu (5/3/2026).

Menurut dia, kedua kapal tersebut saat ini berlabuh di titik yang dinilai lebih aman sambil menunggu perkembangan terbaru di jalur pelayaran Selat Hormuz.

Pemerintah juga memastikan kondisi kapal dan awaknya dalam keadaan baik.

Pertamina, kata Bahlil, terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan kru dan keamanan aset perusahaan selama menunggu situasi membaik.

Pemerintah Siapkan Skenario Pasokan Alternatif

Gangguan di Selat Hormuz mendorong pemerintah menyiapkan strategi cadangan untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengalihkan sebagian impor minyak mentah Indonesia dari Timur Tengah ke negara lain.

Amerika Serikat menjadi salah satu alternatif sumber pasokan.

“Kita sedang menyiapkan diversifikasi pasokan agar ketersediaan energi nasional tetap terjaga jika situasi berlanjut,” kata Bahlil.

Selat Hormuz selama ini menjadi jalur penting perdagangan energi dunia. Sekitar seperlima pengiriman minyak global melewati selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.

Ketegangan militer yang meningkat di kawasan itu membuat aktivitas pelayaran minyak internasional terganggu.

Meski demikian, pemerintah menegaskan distribusi BBM dan LPG di dalam negeri masih dalam kondisi aman karena pasokan alternatif telah disiapkan.***