Riset terbaru mengungkap ekstrak uwi ungu mampu menghentikan 50 persen pertumbuhan sel kanker payudara.
KOSONGSATU.ID–Penelitian mendalam terhadap tanaman pangan lokal uwi ungu (Dioscorea alata) membawa kabar baik bagi dunia kesehatan tanah air. Umbi yang identik dengan warna ungu pekat ini terbukti memiliki kandungan senyawa aktif yang mampu melawan sel kanker payudara secara signifikan.
Berdasarkan data riset terbaru, uwi ungu mengandung sedikitnya 34 senyawa aktif, termasuk antosianin dan diosgenin, yang bekerja efektif dalam menekan pertumbuhan sel jahat melalui mekanisme biologis tertentu.
Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak etanol dari uwi ungu memiliki nilai IC_{50} sebesar 50,98 mug/mL terhadap sel kanker payudara jenis MCF-7. Dalam dunia farmakologi, angka ini mengindikasikan bahwa konsentrasi rendah dari ekstrak uwi ungu sudah cukup untuk melumpuhkan separuh dari populasi sel kanker yang diuji.
Capaian ini menempatkan uwi ungu dalam kategori agen anti-kanker potensial yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi obat herbal terstandar atau suplemen pendamping kemoterapi.
Keunggulan Senyawa Antosianin dan Diosgenin

Para peneliti dari Universitas Brawijaya dalam laporannya pada Desember 2023 menjelaskan bahwa efektivitas ini berasal dari tingginya kadar antioksidan. Senyawa antosianin tidak hanya memberikan warna ungu yang cantik, tetapi juga berfungsi melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif.
Sementara itu, kandungan diosgenin berperan dalam memicu apoptosis atau proses kematian sel kanker secara terprogram tanpa merusak jaringan sel sehat di sekitarnya. Hal ini menjadi keunggulan utama dibandingkan terapi kimia konvensional.
“Ekstrak etanol umbi Dioscorea alata menunjukkan penurunan viabilitas sel MCF-7 yang signifikan dan dikategorikan sebagai agen anti-kanker yang menjanjikan,” tulis Tim Peneliti UKM dalam publikasi Jurnal Sains Malaysiana edisi Desember 2023.
Temuan ini diperkuat dengan teknologi nanoemulsi yang diperkenalkan pada September 2024. Teknologi ini berfungsi menjaga kestabilan zat aktif uwi ungu agar tidak mudah rusak saat masuk ke dalam metabolisme tubuh manusia, sehingga penyerapan nutrisinya menjadi jauh lebih optimal.
Secara jangka panjang, riset ini diprediksi akan mengubah peta pengobatan kanker berbasis bahan alam di Indonesia. Pemanfaatan uwi ungu sebagai nutrasetikal diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan baku obat impor. Selain itu, budidaya uwi ungu yang relatif mudah di tanah tropis Indonesia memberikan keuntungan strategis bagi ketahanan kesehatan nasional. Masyarakat kini didorong untuk kembali melirik umbi-umbian lokal bukan hanya sebagai sumber karbohidrat, tetapi juga sebagai pangan fungsional dengan nilai medis yang tinggi.
Investigasi lebih lanjut saat ini tengah difokuskan pada uji klinis tahap berikutnya untuk memastikan keamanan dosis pada manusia. Dengan dukungan data yang akurat dan tervalidasi, uwi ungu kini naik kelas dari sekadar pangan tradisional menjadi komoditas riset global yang bernilai tinggi. Sinergi antara akademisi dan industri farmasi menjadi kunci agar potensi anti-kanker dari Dioscorea alata ini bisa segera dinikmati oleh masyarakat luas dalam bentuk produk kesehatan yang praktis dan teruji secara ilmiah.***





0 Komentar