Di tengah gelombang demonstrasi yang menuntut penurunan harga pangan domestik, laporan terbaru FAO justru menempatkan Indonesia dengan rekor lonjakan produksi beras terbesar di dunia.

KOSONGSATU.ID — Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, mengatakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog saat ini menembus angka 5,2 juta ton. Melimpahnya pasokan ini membuat pemerintah mengambil kebijakan ekstrem untuk menyetop pasokan eksternal. Kebijakan mandiri pangan tersebut telah berjalan konsisten selama kurun waktu dua tahun terakhir.

“Sejak 2025 tidak ada izin impor beras medium yang dikeluarkan sampai sekarang,” kata Amran saat memberikan keterangan resmi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Sebelumnya, FAO merilis laporan Food Outlook edisi Juni 2026 yang memproyeksikan produksi beras global menyusut 1,6 persen menjadi 552,4 juta ton akibat El Niño. Kontras dengan penyusutan global yang memicu desakan penurunan harga pangan di dalam negeri, produksi Indonesia justru melonjak ke 38,6 juta ton. Lompatan ini menjadi yang tertinggi di dunia, melampaui India dan Brasil.

Gudang Bulog Alami Overkapasitas

Ihwal penataan logistik, kelebihan stok nasional yang melimpah tersebut kini melampaui kapasitas gudang resmi milik pemerintah yang hanya berdaya tampung 3 juta ton. Guna menyiasati luberan pasokan, lembaga pangan menyewa gudang tambahan berkapasitas 2,2 juta ton di berbagai daerah sentra produksi. FAO memproyeksikan akumulasi stok akhir beras domestik akan terus mendaki hingga menyentuh 7,8 juta ton.