Di tengah prediksi kemarau 2026 yang lebih kering dan panjang dari biasanya, tanaman lokal yang hampir terlupakan ini punya tiga mekanisme biologis yang membuatnya tetap berproduksi saat tanaman pangan lain layu.
KOSONGSATU.ID — Kemarau 2026 diprediksi menjadi salah satu yang terberat dalam beberapa tahun terakhir. BMKG menegaskan musim ini akan lebih kering dan lebih panjang dari rata-rata normalnya.
Sekitar 64,5 persen zona musim di Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
Sektor pertanian paling terdampak, terutama padi dan jagung yang bergantung pada irigasi. Namun di lahan marginal yang selama ini diabaikan, ada tanaman yang justru memanfaatkan kekeringan: uwi (Dioscorea alata).
Berdasarkan laporan Kementan, sentra uwi tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi, dan Maluku. Namun tanaman ini kini hampir terlupakan dan jarang ditemukan.
Dormansi: Mati Suri yang Terencana
Saat suhu meningkat dan air menipis, uwi tidak mati — ia masuk fase dormansi. Daun gugur, batang mengering di permukaan, metabolisme turun ke titik minimum.
Riset Craufurd dkk. (2001) dalam Experimental Agriculture mendokumentasikan umbi uwi tetap hidup di bawah tanah dan kembali bertunas begitu hujan datang.
Kajian Shiwachi dkk. (2011) dalam Japanese Journal of Tropical Agriculture memperkuat temuan itu: sistem meristem umbi uwi mampu mempertahankan aktivitas seluler minimal meski kering berbulan-bulan.
Cadangan Umbi: Energi di Bawah Tanah
Umbi uwi berfungsi sebagai pusat penyimpanan air dan karbohidrat yang mandiri — tidak bergantung pada asupan dari luar saat musim kering berlangsung.
Budidayanya relatif mudah tanpa perawatan khusus. Satu umbi berukuran sedang menghasilkan 16 hingga 24 batang bibit, menurut kajian Balitbangtan.
Tanaman ini sangat toleran di lahan kering yang luas di Indonesia — kondisi yang umumnya mematikan bagi padi maupun jagung.
Stabilitas Pati: Nutrisi Tak Rusak oleh Panas
Mekanisme ketiga bekerja di tingkat molekuler. Pati uwi memiliki struktur fisikokimia yang stabil terhadap suhu tinggi.





Tinggalkan Balasan