Lantai tanah liat di dalam rumah juga dirawat dengan campuran kotoran sapi. Praktik ini masih dikenal di sejumlah kampung tradisional Sasak, termasuk pada rumah adat di kawasan Sembalun. Bahan tersebut dipakai untuk memadatkan lantai dan membantu menjaga kondisi ruang tetap hangat.

Ruangan dalam rumah terbagi menjadi dua bagian utama. Bagian depan menjadi tempat menerima tamu dan ruang berkumpul anggota keluarga laki-laki.

Bagian dalam disebut Bale Dalem. Di ruang ini keluarga menyimpan hasil panen, cadangan pangan, dan benda-benda yang dianggap bernilai.

Di dalam Bale Dalem juga terdapat kamar khusus bagi anak perempuan. Menurut warga, ruang itu dahulu menjadi tempat perempuan muda belajar menenun sebelum menikah.

Tradisi tersebut memperlihatkan bagaimana rumah adat tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. Ia juga mengatur pembagian peran, ritme kerja keluarga, dan tata nilai yang diwariskan di dalam rumah itu sendiri.

Ketika Tujuh Rumah Mulai Rapuh

Masalah terbesar Bale Beleq kini bukan lagi soal asal-usulnya, melainkan bagaimana merawat bangunan yang tersisa.

Saat peliputan pada Jumat, 26 Juni 2026, sejumlah bagian kompleks terlihat membutuhkan perawatan. Atap ilalang menipis, beberapa bagian pagar mulai lapuk, dan bangunan lumbung padi atau gleng yang dahulu menjadi bagian penting kompleks tidak lagi berdiri.

Lumbung itu dahulu digunakan untuk menyimpan hasil panen. Bagian bawahnya juga menjadi ruang berkumpul para tetua adat dan warga ketika membicarakan urusan kampung.

Hilangnya lumbung memperlihatkan kerentanan situs yang tidak dihuni secara permanen. Rumah adat dapat bertahan puluhan atau bahkan ratusan tahun, tetapi bahan alaminya tetap membutuhkan perawatan rutin dan tenaga warga yang konsisten.

Pada saat yang sama, Bale Beleq masih menjadi ruang budaya. Kelompok kesenian Gendang Beleq dari Sembalun Lawang tetap memainkan musik tradisional dalam penyambutan tamu dan kegiatan adat.

Zakaria, pelaku seni sekaligus ketua sanggar di Sembalun, menyebut sejumlah instrumen yang digunakan kelompoknya merupakan benda turun-temurun. Bentuk dan ornamen gendang tidak boleh diubah sembarangan.