Tubuh Suku Bajo bukan sekadar terlatih — ia berevolusi. Sains membuktikan seribu tahun menyelam mengubah DNA mereka secara permanen, dan hasilnya bisa menyelamatkan nyawa di ruang gawat darurat.

KOSONGSATU.ID — Bayangkan seorang anak yang belum pernah menyelam seumur hidupnya, namun tubuhnya sudah siap untuk kedalaman laut.

Bukan karena latihan. Bukan karena keberuntungan. Tapi karena leluhurnya telah menyelam selama lebih dari seribu tahun — dan laut mengubah DNA mereka.

Pengembara Laut yang Bukan Milik Daratan

Suku Bajo — dikenal pula sebagai Bajau atau Orang Sama — mendiami perairan Nusantara dari Kepulauan Wakatobi di Sulawesi Tenggara hingga pesisir Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara, dan wilayah Indonesia timur lainnya.

Mereka bukan sekadar pelaut ulung. Mereka adalah manusia yang tumbuh bersama laut, tinggal di rumah panggung di atas air, dan menyelam sejak anak-anak pertama kali bisa berjalan.

Kemampuan mereka bukan klaim budaya semata. Penyelam Bajo mampu bertahan hingga 13 menit di kedalaman 60 meter tanpa alat bantu napas apa pun — hanya sepasang kacamata kayu dan beban timah.

Sebagai perbandingan, manusia rata-rata hanya sanggup menahan napas 30 hingga 60 detik di dalam air.

Ini bukan keajaiban. Ini biologi.

Ketika Sains Membedah Tubuh Penyelam Sejati

Pada 2018, tim peneliti dari Universitas Copenhagen, Berkeley, dan Cambridge menerbitkan temuan yang mengguncang dunia ilmu pengetahuan di jurnal Cell.

Menggunakan studi genomik komparatif, mereka memindai seluruh genom 43 individu Bajau dan 33 individu Saluan — tetangga daratan Bajau yang tidak menyelam — untuk mencari tanda-tanda seleksi alam.

Yang mereka temukan mengejutkan: seleksi alam telah bekerja pada varian gen PDE10A dalam tubuh Bajau. Gen ini meregulasi kadar hormon tiroid T4, yang pada gilirannya mengendalikan ukuran limpa.

Hasilnya terukur dengan presisi: limpa Bajau bervolume rata-rata 175 sentimeter kubik — sementara limpa Saluan hanya 100 sentimeter kubik. Selisihnya 50 persen, bukan angka kecil dalam dunia fisiologi manusia.