Syekh Ahmad Surkati membuktikan bahwa perjuangan melawan penjajahan tidak selalu bermula dari angkat senjata, melainkan dari pendidikan yang membebaskan akal dan jiwa. Mata fisiknya mungkin dirampas oleh kolonial, tetapi mata batinnya berhasil menyalakan api perlawanan di dada para pendiri bangsa. Seperti pesan Bung Karno saat melepas kepergiannya: Syekh Surkati telah ikut mempercepat lahirnya kemerdekaan Indonesia.***
Daftar Pustaka:
- Badjerei, Hussein. (1996). Al-Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa. Jakarta: Prehallindo.
- (1950). Ayahku: Riwayat Hidup Dr Abdul Karim Amrullah dan Perjuangan Kaum Agama di Sumatera. Jakarta: Djajamurni.
- Saidi, Ridwan. (1995). Islam dan Nasionalisme Indonesia. Jakarta: LSIP.
- Surat-Surat Islam dari Endeh. (1956). Bangil: Penerbit Persatuan Islam.
- Abdul Rahman Baswedan Karya dan Pengabdiannya. (1989). Jakarta: Gunung Agung.
- Majalah Kiblat 3 XXIII. (1975). “Lebih Setengah Abad Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyah”.
Halaman


Tinggalkan Balasan