Kapolri Listyo Sigit Prabowo pada 24 November 2025 mengakui hambatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa ketamin dan etomidate kerap disalahgunakan, termasuk dicampurkan ke dalam liquid vape, namun belum seluruhnya terakomodasi dalam aturan narkotika nasional sehingga penyalahgunaannya sulit dipidana dengan pasal yang tegas.

Meski demikian, penindakan tetap berjalan. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, mencatat sepanjang 2025 terdapat 39 kasus peredaran etomidate dalam vape. Sebanyak 61 tersangka diamankan dengan barang bukti 28.331,54 gram atau setara 7,6 liter. Sejumlah pengungkapan di bandara mengarah pada jaringan Malaysia–Indonesia, menandakan peredaran ini terhubung lintas negara.

Produksi di Dalam Negeri

Modus sindikat tidak berhenti pada impor. Pada Januari 2026, BNN menggerebek dua laboratorium gelap di apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara, dan Sudirman Tower Condominium, Jakarta Selatan. Tempat tinggal kelas menengah itu berubah fungsi menjadi pabrik pencampur zat sintetis.

Pelaksana tugas Deputi Pemberantasan BNN, Budi Wibowo, menjelaskan jaringan tersebut menerapkan penyamaran berlapis. Bahan baku, termasuk etomidate, dikemas menyerupai sachet minuman energi agar tampak seperti produk legal. Liquid yang telah dicampur kemudian dimasukkan ke cartridge siap edar.

Skema ini menunjukkan dua hal sekaligus: kecanggihan operasi dan kemampuan adaptasi sindikat terhadap celah pengawasan. Dengan kemasan yang nyaris tak terbedakan dari produk komersial, distribusi bisa menyusup melalui kanal daring maupun jaringan komunitas.

BNN memperkirakan bisnis ilegal ini menghasilkan omzet hingga belasan miliar rupiah per bulan. Angka yang bukan hanya mencerminkan permintaan pasar, tetapi juga besarnya risiko yang mengintai generasi muda.

Ancaman yang Meluas

Data gabungan BNN, BRIN, dan BPS menunjukkan prevalensi penyalahguna narkotika di Indonesia mencapai 2,11 persen pada 2025 dari total populasi. Ketika zat sintetis diselundupkan melalui perangkat yang identik dengan tren gaya hidup urban, spektrum risiko pun meluas.