Menag Nasaruddin Umar menilai Indonesia siap menjadi pusat peradaban Islam dunia berkat stabilitas ekonomi dan kedamaian, mengungguli kawasan Timur Tengah.
KOSONGSATU.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan Indonesia memiliki peluang besar menjadi episentrum peradaban Islam modern dunia. Keyakinan ini didasarkan pada kuatnya tren pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal ini disampaikan Nasaruddin saat menutup Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-8 MUI di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada Ahad, 26 Juli. Ia mendorong umat Islam berani menetapkan visi besar.
“Kita harus lebih berani sedikit untuk mengangkat bagaimana menjadikan Indonesia sebagai episentrum peradaban dunia modern Islam yang akan datang,” kata Nasaruddin.
Ihwal kondisi global, ia membandingkan kekuatan domestik dengan kawasan Timur Tengah. Menurutnya, kawasan yang menjadi pusat lahirnya Islam itu kini menghadapi berbagai tantangan berat.
Nasaruddin mencatat pertumbuhan ekonomi di Timur Tengah menurun tajam hingga menyentuh 2,2 persen diiringi inflasi tinggi. Sebaliknya, Indonesia sanggup menekan inflasi di level 1 hingga 2 persen.
“Negara muslim yang paling tinggi pertumbuhan ekonominya, kita 5,2 persen per hari ini. Berarti sangat memenuhi syarat untuk menjadi pengampu kejayaan peradaban dunia Islam,” ujarnya.
Tantangan Ekonomi Syariah
Selain itu, situasi damai di Tanah Air menjadi modal utama dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas. Kedamaian masyarakat dinilai lebih efektif melahirkan kaum terpelajar.
“Di kawasan yang sibuk dengan peperangan, tentu yang lahir adalah banyak jenderal. Tetapi di tengah masyarakat yang menikmati ketenangan, tentu yang akan lahir adalah para profesor, para kiai,” kata Nasaruddin.
Sebelumnya, Nasaruddin mengingatkan masih ada pekerjaan rumah terkait rendahnya kesadaran ekonomi syariah. Tingkat literasinya baru menyentuh 7,5 persen dari 240 juta penduduk.
Pencapaian tersebut masih tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia. Dengan populasi 20 juta penduduk muslim, tingkat kesadaran ekonomi syariah mereka berhasil menembus 27 persen.




Tinggalkan Balasan