Nama mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menggema sebagai calon Rais Aam dalam Ijtima Ulama di Jakarta, di tengah dorongan pembenahan organisasi.
KOSONGSATU.ID – Wakil Sekretaris Dewan Syura Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq menyatakan nama Said Aqil Siroj santer diusulkan sebagai calon Rais Aam. Usulan ini muncul dalam Ijtima Ulama yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Kamis sore, 23 Juli 2026.
“Di forum, nama Kiai Said menggema sebagai calon Rais Aam,” kata Maman, Jumat, 24 Juli 2026.
Selain posisi Rais Aam, para ulama turut menggodok sejumlah tokoh untuk kursi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Beberapa nama yang dinilai layak memimpin antara lain Marzuki Mustamar, Muhammad Yusuf Chudlori, dan Abdussalam.
“Untuk ketua PBNU banyak nama, (termasuk) Gus Rozien dan Imam Jazuli,” ujar Maman.
Dorongan Pembenahan PBNU
Ihwal munculnya usulan nama-nama tersebut, hal ini sejalan dengan sorotan Ijtima Ulama terhadap krisis kepemimpinan di tubuh PBNU. Forum ini menilai pengurus periode 2021-2026 mengelola organisasi secara tidak profesional.
”Ijtima Ulama menilai Nahdlatul Ulama menghadapi krisis kepemimpinan akut, baik pada jajaran syuriah maupun tanfidziyah,” demikian bunyi dokumen rekomendasi Ijtima Ulama. Kepengurusan saat ini juga dianggap mencederai amanah muktamar dan Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.
Oleh karena itu, para ulama mendorong Muktamar ke-35 NU menjadi momentum perubahan revolusioner. Perubahan ini mencakup pola pikir, reorientasi tujuan organisasi, hingga perombakan figur pemimpin PBNU.
Sikap Said Aqil Sebelumnya
Sebelumnya, Said Aqil Siroj telah menegaskan keengganannya untuk kembali maju dalam bursa kepemimpinan PBNU. Ia menolak pencalonan sebagai ketua umum maupun Rais Aam pada Muktamar NU yang dijadwalkan berlangsung Agustus 2026.
Mantan Ketua Umum PBNU periode 2010-2021 ini beralasan usianya yang sudah menginjak 73 tahun menjadi faktor utama. “Saya tidak akan maju, sudah tua. Tinggal gantian regenerasi yang lebih cerdas,” ucapnya pada Senin, 18 Mei 2026.




Tinggalkan Balasan