Sebuah sistem bernama “Mesin Targeting” yang semestinya menjadi benteng pertama penyaring barang impor justru diduga berubah fungsi—dari pengawas menjadi pintu masuk kompromi.
KOSONGSATU.ID—Pada Kamis (26/2/2026) sore, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi mendatangi kantor pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta dan menjemput seorang pejabat internalnya.
Budiman Bayu Prasojo (BBP), Kepala Seksi di lingkungan DJBC, resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Penangkapan itu bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Ia merupakan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 4 Februari 2026, yang sebelumnya telah menyeret eks Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC, Rizal, beserta sejumlah pihak dari perusahaan ekspedisi PT Blueray Cargo.
Dengan masuknya Budiman, jumlah tersangka dalam perkara ini menjadi tujuh orang—empat dari unsur Bea Cukai dan tiga dari pihak swasta.
Retaknya Sistem Pengawasan
Penyidikan KPK mengarah pada dugaan manipulasi “Mesin Targeting”, sebuah sistem berbasis parameter risiko, yang digunakan DJBC untuk menentukan kontainer mana yang perlu diperiksa fisik dan mana yang bisa langsung melaju.
Sejak Oktober 2025, penyidik menduga telah terjadi permufakatan jahat antara oknum pejabat DJBC dan PT Blueray Cargo. Melalui suap yang diperkirakan mencapai Rp7 miliar per bulan, parameter sistem diduga diubah sedemikian rupa sehingga kontainer berisi barang tiruan dan ilegal dapat lolos tanpa pemeriksaan mendalam.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih pada Kamis (26/2) malam, menegaskan status hukum Budiman.
“KPK pada hari ini menetapkan tersangka baru yaitu saudara BPP. BBP ditangkap di kantor pusat Ditjen Bea Cukai di wilayah Jakarta, dan kemudian langsung dibawa ke Gedung KPK Merah Putih,” ujarnya.
Budiman disangkakan melanggar Pasal 12B tentang gratifikasi juncto Pasal 20 huruf C KUHP baru. Dugaan tersebut memperkuat konstruksi perkara bahwa suap tidak hanya terjadi pada level operasional, tetapi menyentuh pengendali sistem.




Tinggalkan Balasan