Peristiwa pada 1981 itu melibatkan lebih dari sepuluh saksi mata dan memaksa otoritas keantariksaan nasional turun langsung ke lokasi. Hingga kini, tidak ada konfirmasi ilmiah atas klaim tersebut.


KOSONGSATU.ID — Sebuah kejadian yang diklaim sebagai pendaratan benda terbang tidak dikenal (UFO) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kembali menarik perhatian publik setelah putra sulung Presiden Soekarno, Guntur Soekarno, memaparkan secara terbuka pengalamannya menjadi saksi mata atas insiden yang ia sebut terjadi di Jalan Sriwijaya Raya—tepatnya di kediaman adiknya, Guruh Soekarno Putra, yang saat itu juga menjadi markas kelompok kesenian Swara Maharddhika.

Guntur mengirimkan tulisan mengenai kejadian itu ke Media Indonesia pada Agustus 2020 dan menyebut tanggal kejadian: 23 Mei 1981. Penuturan serupa kemudian ia ulangi dalam sejumlah forum publik, termasuk peluncuran bukunya, Catatan Merah dari Putera Bung Karno, pada 10 April 2021.

Peluncuran buku “Catatan Merah dari Putera Bung Karno” pada tahun 2021. YOUTUBE

Pemicu: Tabuhan Kendang Tari Pakarena

Sebelum peristiwa itu terjadi, Guruh tengah memimpin latihan anggota Swara Maharddhika untuk menguasai Tari Pakarena, tarian tradisional dari Sulawesi Selatan yang diiringi tabuhan gendang bertalu-talu dan dianggap sebagai salah satu ikon kebudayaan Makassar. Latihan berlangsung berhari-hari.

Menurut penuturan Guntur, tabuhan kendang dari tiga penabuh itu menghasilkan frekuensi yang ia yakini memiliki kemiripan dengan frekuensi objek yang kemudian muncul—dan itulah yang ia anggap sebagai pemicunya. Klaim ini tidak didukung oleh kajian akustika atau fisika dari lembaga ilmiah mana pun.

Saksi Mata Pertama: Sumadi

Insiden terjadi pada suatu malam menjelang magrib, seusai latihan. Sumadi, penjaga rumah berusia 28 tahun, memergoki sosok asing bertengger di atas pagar belakang kediaman di Jalan Sriwijaya No. 24 tersebut. Makhluk itu memiliki tinggi sekitar 1,20 hingga 1,50 meter, mengenakan celana panjang putih, sementara bagian atas tubuh hingga kepalanya tertutup semacam mantel berwarna hitam.

Sumadi sempat meneriaki sosok itu sebagai maling, namun makhluk asing itu bungkam seribu bahasa. Sumadi dilaporkan mengalami kelumpuhan sementara setelahnya dan tidak dapat diajak berkomunikasi selama beberapa hari. 

Jacob Salatun dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kelak menyebut kondisi itu sebagai extraterrestrial syndrome—istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan kondisi kelumpuhan dan disorientasi menyerupai amnesia yang berlangsung sekitar tujuh hari. Istilah ini tidak dikenal dalam literatur medis arus utama.

Pengejaran ke GBK

Anggota Swara Maharddhika yang belum pulang dan sedang beristirahat tiba-tiba berteriak histeris karena menyaksikan sebuah objek bercahaya melayang ke udara dari halaman belakang rumah latihan mereka. Menurut Guntur, benda itu berwujud menyerupai bola rugby, memancarkan cahaya putih, dan bergerak tanpa suara.

Sekitar empat anggota Swara Maharddhika langsung memacu sepeda motor mengikuti arah terbangnya objek tersebut hingga ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Di sana, mereka menyaksikan objek itu melayang tepat di atas kubah stadion. Karena gerbang stadion terkunci, mereka hanya bisa mengamati dari luar sebelum objek tersebut melesat ke angkasa dan menghilang.

Investigasi LAPAN

Keesokan paginya, Guruh melapor ke LAPAN. Marsekal Muda (Purn.) Jacob Salatun (29 Mei 1927–3 Februari 2012) adalah pendiri LAPAN dan dikenal sebagai peneliti UFO pertama di Indonesia. Ia langsung memimpin penyelidikan di lokasi.

Saat memeriksa lokasi sebagai penasihat Swara Maharddhika, Guntur dilarang mendekati area pagar karena lokasi tersebut dinilai masih dipenuhi sisa radiasi elektromagnetik. Radiasi inilah yang diklaim menyebabkan sejumlah pohon pisang di area belakang hangus dan berubah warna menjadi kecokelatan, sementara pohon-pohon di sekitarnya tetap hijau.

Menurut penuturan Guntur, Salatun menyimpulkan bahwa peristiwa yang disaksikan oleh lebih dari tiga orang itu dapat dikategorikan sebagai peristiwa akurat dan benar-benar terjadi, serta harus didokumentasikan. Tidak ada dokumen resmi investigasi LAPAN atas kejadian ini yang tersedia untuk publik hingga laporan ini ditulis.

Salatun dan Perhatian Bung Karno terhadap UFO

Salatun dikenal telah memprakarsai pembentukan LAPAN pada 1963 dan mendirikan SUFOI (Studi UFO Indonesia), lembaga yang banyak melakukan pendataan fenomena UFO di Indonesia. Dalam bukunya berjudul UFO, Salah Satu Masalah Dunia Masa Kini (1982), Salatun mengemukakan pengalamannya melihat dan memotret UFO.

Guntur juga menuturkan bahwa ayahnya, Presiden Soekarno, menaruh perhatian serius pada fenomena ini dan kerap berdiskusi dengan Salatun. Klaim bahwa Soekarno memilih merahasiakan fenomena itu dari publik berasal sepenuhnya dari penuturan Guntur dan belum dikonfirmasi melalui sumber arsip atau dokumen sejarah lainnya.

Catatan Verifikasi

Peristiwa ini didokumentasikan dalam berbagai diskusi komunitas BETA UFO Indonesia dan pernah dimuat dalam tulisan Guntur di Media Indonesia. Seluruh klaim yang ada bersumber dari kesaksian Guntur dan anggota Swara Maharddhika—tanpa rekaman, foto, maupun dokumen ilmiah yang dapat diverifikasi secara independen. 

Redaksi tidak menemukan pernyataan resmi dari lembaga ilmiah yang membenarkan maupun membantah insiden ini.***


Daftar Rujukan:

  1. Guntur Soekarno, “Pernahkah UFO Mampir di Indonesia”, Media Indonesia, 21 Agustus 2020 — mediaindonesia.com
  2. Merdeka.com, “Rumah Guntur Sukarnoputra Pernah Dikunjungi Alien”, 25 Januari 2023 — merdeka.com
  3. VIVA, “Geger! Alien Pernah Mendatangi Rumah Guntur Soekarnoputra”, 26 Januari 2023 — viva.co.id
  4. Hops.ID, “Guntur Soekarnoputra Sebut Rumah Fatmawati Pernah Didatangi Piring Terbang”, 9 Oktober 2023 — hops.id
  5. detikInet, “Cerita Guruh Sukarno, Sebut Ada UFO di Atas Rumahnya Tahun 1981”, 28 November 2023 — detik.com
  6. BETA UFO, “Marsekal Jacob Salatun” — betaufo.id
  7. Inilah.com, “Kepala LAPAN Pernah Jadi Saksi Mata Penampakan UFO” — inilah.com
  8. Harian Massa, “Kesaksian Hendropriyono dan Guntur Soekarnoputra Melihat UFO di Senayan”, 26 Juni 2023 — harianmassa.id
  9. detik Sulsel, “Tari Pakarena Makassar: Sejarah, Gerakan hingga Filosofinya” — detik.com
  10. Detik News, “Ahmad Basarah Dorong Milenial Baca Buku Catatan Merah Guntur Soekarno”, 11 April 2021 — detik.com