Sumadi sempat meneriaki sosok itu sebagai maling, namun makhluk asing itu bungkam seribu bahasa. Sumadi dilaporkan mengalami kelumpuhan sementara setelahnya dan tidak dapat diajak berkomunikasi selama beberapa hari.
Jacob Salatun dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kelak menyebut kondisi itu sebagai extraterrestrial syndrome—istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan kondisi kelumpuhan dan disorientasi menyerupai amnesia yang berlangsung sekitar tujuh hari. Istilah ini tidak dikenal dalam literatur medis arus utama.
Pengejaran ke GBK
Anggota Swara Maharddhika yang belum pulang dan sedang beristirahat tiba-tiba berteriak histeris karena menyaksikan sebuah objek bercahaya melayang ke udara dari halaman belakang rumah latihan mereka. Menurut Guntur, benda itu berwujud menyerupai bola rugby, memancarkan cahaya putih, dan bergerak tanpa suara.
Sekitar empat anggota Swara Maharddhika langsung memacu sepeda motor mengikuti arah terbangnya objek tersebut hingga ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Di sana, mereka menyaksikan objek itu melayang tepat di atas kubah stadion. Karena gerbang stadion terkunci, mereka hanya bisa mengamati dari luar sebelum objek tersebut melesat ke angkasa dan menghilang.
Investigasi LAPAN
Keesokan paginya, Guruh melapor ke LAPAN. Marsekal Muda (Purn.) Jacob Salatun (29 Mei 1927–3 Februari 2012) adalah pendiri LAPAN dan dikenal sebagai peneliti UFO pertama di Indonesia. Ia langsung memimpin penyelidikan di lokasi.
Saat memeriksa lokasi sebagai penasihat Swara Maharddhika, Guntur dilarang mendekati area pagar karena lokasi tersebut dinilai masih dipenuhi sisa radiasi elektromagnetik. Radiasi inilah yang diklaim menyebabkan sejumlah pohon pisang di area belakang hangus dan berubah warna menjadi kecokelatan, sementara pohon-pohon di sekitarnya tetap hijau.
Menurut penuturan Guntur, Salatun menyimpulkan bahwa peristiwa yang disaksikan oleh lebih dari tiga orang itu dapat dikategorikan sebagai peristiwa akurat dan benar-benar terjadi, serta harus didokumentasikan. Tidak ada dokumen resmi investigasi LAPAN atas kejadian ini yang tersedia untuk publik hingga laporan ini ditulis.
Salatun dan Perhatian Bung Karno terhadap UFO
Salatun dikenal telah memprakarsai pembentukan LAPAN pada 1963 dan mendirikan SUFOI (Studi UFO Indonesia), lembaga yang banyak melakukan pendataan fenomena UFO di Indonesia. Dalam bukunya berjudul UFO, Salah Satu Masalah Dunia Masa Kini (1982), Salatun mengemukakan pengalamannya melihat dan memotret UFO.




Tinggalkan Balasan